Kuliah ato Politik

Waktu sekarang menunjukan pukul 09 dipagi hari n skitar pukul 10.20 harus berangkat supaya bisa berspeda santai menikmati matahari pagi yang kali ini bersinar dengan cerah di “desa” Delft. Siang ini secara teori akan ada praktikum di Gebouw 35 TU Delft ato yang diartikan menjadi gedung dengan nomer 35. (kalo ada yang curious tentang artinya saya jg gak ngerti kenapa demikian :D) Secara default biasanya tugas2x praktikum dikerjakan dari rumah sehingga waktu yang disediakan kira2x 3.5 jam bisa diminimalisir dan selesai dengan lebih cepat. Tapi berhubung berita politik di Indonesia sedang sangat seru dan ternyata kesimpulannya cukup lucu menurut gw.

Seperti biasa yang namanya ribut2x century merupakan bumbu penyedap kehidupan sehari2x di Indonesia yang selalu disampaikan secara intense di stasiun tv sana yang terkadang seperti halnya bumbu penyedap jika terlalu banyak maka akan merusak cita rasa. Kesimpulan yang didapat adalah Keputusan yang diambil pemerintah adalah “ngaco” dan gak bener. Nah orang2x yang mengambil keputusan itu harus dihukum.

Terlepas dari kesimpulan tersebut, jika saya melihat biografi salah satu dari 2 pejabat yang menjadi target DPR yaitu Ibu Sri Mulyani memang memiliki track record yang baik dan luar biasa. Dengan riset kecil2xan yang saya lakukan hanya melalui mbah google ato blog ato pernyataan orang terdekat yang kenal beliau, pandangan awal saya (seperti halnya pandangan awal dari anggota DPR) beliau merupakan orang yang sangat kompeten dibidang perekonomian makro di negara kita. Selain itu saya jg percaya beliau orang yang lurus dan tidak termasuk yang gila kekuasaan ataupun meraup keuntungan pribadi.

Pertama saya punya pandangan pribadi mengenai keputusan yang terjadi. Jika pandangan awal saya tentang Ibu Sri diatas dijadikan patokan sebagai dasar pemikiran saya, saya menilai yang dilakukan oleh para anggota dewan sungguh kejam. Seperti banyak orang mengetahui dan berpendapat (beberapa orang anggota pansus yang sekarang menyerang) pada saat itu (akhir 2008) perekonomian dunia lagi kacau dan banyak perusahaan kolaps. Para pakar itu menyatakan bahwa pemerintah harus mengambil kebijakan yang cepat dan tepat untuk mencegah perekonomian Indonesia terbawa arus menjadi kolaps. Pernyataan2x mereka dapat dilihat di media masa elektronik disekitar tanggal tersebut atau untuk gampangnya silakan cari saja di buku putih yang dikeluarkan Depkeu tentang kutipan2x mereka. Sampai saat ini tidak ada yang membantah pernyataan yang dicantumpan tersebut. palingan mereka cuman membantah bahwa itu bukan untuk century.

Nah seperti yang diketahui pula dari wawancara pansus diketahui bahwa pada saat itu ada satu bank bermasalah yang namanya century. Nah bank yang satu ini ditetapkan menjadi bank gagal dan mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Kenapa demikian?karena sudah dijawab oleh pemerintah dan jg oleh mereka2x pakar ekonomi yang duduk dipansus bahwa saat itu krisis. Sudah diketahui pula  alasan2x dibelakang itu kenapa akhirnya dibantu supaya gak colaps. Saya tidak menekankan bagaimana hal itu terjadi. Yang pasti prosesnya sangat luar biasa menyita waktu. Waktu tidur para pejabat yang bersangkutan jauh berkurang selama beberapa hari disekitar keputusan dan akhirnya diputuskan BAIL OUT akan dilakukan.

Setelah keputusan tersebut muncul maka tindak lanjut dari kebijakan tersebut dilakukan. Seperti yang diketahui pula Negara Republik Indonesia yang cukup massif jumblah penduduk dan pulaunya ini menjadi salah satu  negara yang pertumbuhan ekonominya positif. Nomor 3 didunia. Bank tidak banyak yang kolaps seperti tahun 1998 yang menyedot dana katanya sih skitar 600 trilyun lebih. PHK memang terjadi, tapi tidak sampai ribuan atau ratusan ribu sperti yang diperkirakan oleh para ekonom saat itu. Bank century berubah nama menjadi bank mutiara dan dimiliki hampir mutlak oleh LPS ceunah. Para pelaku ekonomi seperti para direktur bankir merasa lega dan mengapresiasi dengan tindakan yang dilakukan pemerintah dengan cepat.

Lalu, setelah terselamatkan tersebut apa yang terjadi? Tiba2x saja mereka para anggota DPR mempersalahkan kebijakan tersebut. Orang2 DPR membentuk pansus untuk mengusut yang menurut saya mereka sudah mempunyai kesimpulan akhir dan mencari kesalahan2x yang dilakukan oleh para pengambil kebijakan. Dan akhirnya “menyalahkan” para pengambil kebijakan. Saya berusaha membayangkan apa yang terjadi jika saya diposisi Menkeu ataupun posisi apapun yang cukup penting untuk negara. Beliau berusaha dan bekerja dengan bersungguh2x mengurangi waktu tidur, waktu untuk keluarga hanya demi mengurus negara yang satu ini. Setelah berhasil menyelamatkan ternyata dipersalahkan secara politik dan bahkan kesalahan yang diduga dan ditimpakan banyak dari pasal2x korupsi, kolusi. Orang yang bekerja sedemikian keras supaya negaranya maju tiba2x dituduh korupsi dan salah. Mereka para pakar ekonomi yang tahun 2008 itu mengatakan bahwa ekonomi indonesia cukup rentan dan tampak sebagai para pendukung dan pendorong kebijakan apapun yang dilakukan pemerintah untuk menyelamatkan negara yang satu ini tiba2x menikam dari belakang para pengambil kebijakan tersebut. Tidak saja ditikam, tapi juga diduga sebagai koruptor.

Pagi ini saya membaca berita bahwa Ibu Sri tidak dapat berkata apa2 dan banyak no comment. Bahkan beliau sampai bergetar bibirnya demi memilah apa yang diucapkan. Saya hanya membayangkan beliau sedang sedih yang luar biasa. Semua kemampuannya dikerahkan demi kemajuan negara tapi tiba2x ditarik sampai kedasar dan diduga sebagai koruptor dan memanfaatkan posisinya demi kepentingan pribadi. Negara yang aneh. Orang internasional mengapresiasikan seseorang dari kapabilitasnya, kompetensinya dan prestasinya. Beliau menjadi menkeu terbaik seasia pada 2006 dan menjadi wanita berpengaruh nomor 23 sedunia dan wanita paling berpengaruh nomor 2 se-Indonesia. Dan semuanya diapresiasikan dari luar. Orang luar negeri sangat menghargai prestasi seseorang dan kemampuannya. Akan tetapi bangsa sendiri tempat beliau mencurahkan kemampuannya malah menjatuhkan dia ibarat tikus yang menggrogoti negara. Kalau mereka pikir demi uang dan jabatan itu salah. Diluar negeri orang seperti beliau sangat laku. Gaji kemungkinan sangat besar. Kalau sudah demikian tidak mungkin yang beliau lakukan adalah demi uang dan jabatan. Maka menurut saya sangat wajar meskipun Indonesia memiliki banyak orang yang pintar dan punya kapabilitas tinggi tapi tidak dapat menahan orang2x tersebut didalam. Di Indonesia, orang2x yang memiliki kemampuan bicara akan sangat dihargai. Kemampuannya hanya dibidang politik akan tetapi akan menjadi tampak ahli disegala bidang. Dan terkadang cenderung bodoh menurut saya. Yang bodoh yang berkuasa yang pintar disingkirkan. What a stupid country. Banyak orang pintar diluar negeri yang gak balik2x ke Indonesia tapi sebenernya mereka tetap bangga dengan asal muasalnya. Meskipun ditawarkan untuk menjadi warga negara suatu negara maju mereka tetap memilih WNI. Sedangkan jadi WNI itu sendiri ya nasibnya seperti si Ibu Sri ini. Salah satu intermezo tentang pernyataan pemerintah Jepang kepada Prof. Nelson Tansu: Since his surname “Tansu” sounds Japanese, many Japanese Consulates has tried to persuade him to return to Japan to contribute to Japan’s econony. BUT, Prof. Tansu declared that he actually holds a Green Passport with the image of Garuda Pancasila.

source: Bla-bla

Kembali ke topik. Jika kemudian ditilik kebijakannya, menurut saya tidak salah karena hasilnya positif. Pendapat dari salah seorang narasumber mengatakan: apapun penyebabnya, api sekecil apapun harus dipadamkan karena minyak sudah ada dimana-mana. Jika ternyata penyebab dan juga penyalurannya bermasalh, itulah yang disidik dan bukan kebijakannya. Akan tetapi target dari awal memang akan menjatuhkan kedua orang tersebut sehingga kinerja pansus menurut saya adalah mencari alasan terhadap kesimpulan mereka. Media masa sedemikian besar mengekspos dan membuat opini publik bahwa kebijakan yang dilakukan ngaco. Beberapa stasiun TV selalu mewawancarai para nara sumber yang sudah jelas sangat bersebrangan dan sangat ingin menjatuhkan pemerintah. Pansus itu sendiri tidak pernah mengundang para pelaku pasar yang sangat merasakan dampak kebijakan tersebut. Ini sudah sangat berat sebelah. Di link yang satu ini Wimar Witoelar memiliki pandangan yang unik tentang gonjang ganjing century.

Ada beberapa pendapat:

  • Apakah kebijakan yang diambil ada kong-kalikong dengan pemilik century sehingga pengambil kebijakan dapat dana? jawabannya menurut saya tidak didasarkan pandangan awal saya. Jika toh memang ada kong-kalikong buat apa menghabiskan waktu sedemikan banyak jika sudah ada kesimpulannya. Jika memang ada udang dibalik batu buat apa acara kunjungan APEC dibatalkan dan langsung pulang ke Indonesia dan rapat gak karuan siang malam dan ngambil keputusan segera
  • Bank century bukanlah bank gagal yang sistemik? Banyak masyarakat terpangurh dengan pandangan ini dari para pakar ekonomi dari barisan sakit hati. Keputusan tersebut kenyataannya berdampak positif. Jika ada yang mengatakan ya memang gak krisis, jadi si century gak perlu diselamatkan karena krisis itu diluar negeri dan bukan di Indonesia.  Logika yang dimiliki pendapat ini sudah jungkir balik dan aneh jadi gak perlu dibahas karena sudah jelas salah pernyataannya
  • Negara dirugikan 6.7 Trilyun. Dana LPS dari pemerintah 4 trilyun dan iuran dari bank2x di indonesia belasan trilyun. Jadi dana 4 trilyun pemerintah gak hilang. Toh LPS memiliki hampir 100% saham si century. Diharapkan jika dijual akan mendekati 6.7 trilyun jika dikelola dengan baik. Toh jika gak diselamatkan, pemerintah tetap harus mengeluarkan duit 6 trilyun buat ngembaliin dana nasabah. Untung mana ngeluarin 6.7 trilyun tapi ada harapan kembali duitnya ato mungkin untung dibandingkan keluar 6 trilyun tapi gak kembali samaskali. Penjual bubur ayam jg ngerti ini. Jadi pertanyaan hilang dananya absurd.
  • Ada pelanggaran dengan mengganti aturan BI tentang CAR demi menyelamatkan si century belaka. Hal ini sudah diutarakan bahwa perubahan tersebut sesuai undang2x dan dengan tujuan bukan untuk century saja. Toh dengan perubahan itu alasan2x diatas dapat terjadi dan tidak merugikan.
  • Terus kenapa ente gak siap2x pergi kuliah sekarang? Ini pertanyaan gak relevan tentang si century. Akan tetapi pertanyaan tersebut sangat baik untuk ditindaklanjuti karena waktu jg yang membatasi penulisan artikel gak jelas ini..:D

Terakhir ini semua didasarkan dengan pandangan awal saya dan tetap menjadi pandangan akhir saya percaya segala yang beliau cari bukan didasarkan oleh uang dan jabatan.

Advertisements