Tips Kardel Sharp Eye

Sebelum ketemu musuh bergaya dulu di sungai tengah dengan sebuah ayam dan sepatu merah

Setelah itu mulai perang

Ato kalo nekad kriping di hutan dilevel 1

Setelah mencari banyak gold dengan membunuh krip lawan dan heronya, sudah saatnya menghentikan pertandingan dengan item2x yang macho. Berusaha menghancurkan Frozen throne? udah gak musim, skarang ngancurin fountain musuh musimnya. Gak perlu bawa temen..sendirian dah cukup 😀

Ganti nama bukan Defend of The Ancient tapi Defend of The Fountain

Kalo dah ancur tinggal gantiin posisi fountain buat musuh: sumber kematian

Kalau bisa sampai mati semua: Rampage

Demikian tips and trick tentang Kardel Sharp Eye the Dwarven Sniper. Smoga membantu..:p

Advertisements

Kuliah ato Politik

Waktu sekarang menunjukan pukul 09 dipagi hari n skitar pukul 10.20 harus berangkat supaya bisa berspeda santai menikmati matahari pagi yang kali ini bersinar dengan cerah di “desa” Delft. Siang ini secara teori akan ada praktikum di Gebouw 35 TU Delft ato yang diartikan menjadi gedung dengan nomer 35. (kalo ada yang curious tentang artinya saya jg gak ngerti kenapa demikian :D) Secara default biasanya tugas2x praktikum dikerjakan dari rumah sehingga waktu yang disediakan kira2x 3.5 jam bisa diminimalisir dan selesai dengan lebih cepat. Tapi berhubung berita politik di Indonesia sedang sangat seru dan ternyata kesimpulannya cukup lucu menurut gw.

Seperti biasa yang namanya ribut2x century merupakan bumbu penyedap kehidupan sehari2x di Indonesia yang selalu disampaikan secara intense di stasiun tv sana yang terkadang seperti halnya bumbu penyedap jika terlalu banyak maka akan merusak cita rasa. Kesimpulan yang didapat adalah Keputusan yang diambil pemerintah adalah “ngaco” dan gak bener. Nah orang2x yang mengambil keputusan itu harus dihukum.

Terlepas dari kesimpulan tersebut, jika saya melihat biografi salah satu dari 2 pejabat yang menjadi target DPR yaitu Ibu Sri Mulyani memang memiliki track record yang baik dan luar biasa. Dengan riset kecil2xan yang saya lakukan hanya melalui mbah google ato blog ato pernyataan orang terdekat yang kenal beliau, pandangan awal saya (seperti halnya pandangan awal dari anggota DPR) beliau merupakan orang yang sangat kompeten dibidang perekonomian makro di negara kita. Selain itu saya jg percaya beliau orang yang lurus dan tidak termasuk yang gila kekuasaan ataupun meraup keuntungan pribadi.

Pertama saya punya pandangan pribadi mengenai keputusan yang terjadi. Jika pandangan awal saya tentang Ibu Sri diatas dijadikan patokan sebagai dasar pemikiran saya, saya menilai yang dilakukan oleh para anggota dewan sungguh kejam. Seperti banyak orang mengetahui dan berpendapat (beberapa orang anggota pansus yang sekarang menyerang) pada saat itu (akhir 2008) perekonomian dunia lagi kacau dan banyak perusahaan kolaps. Para pakar itu menyatakan bahwa pemerintah harus mengambil kebijakan yang cepat dan tepat untuk mencegah perekonomian Indonesia terbawa arus menjadi kolaps. Pernyataan2x mereka dapat dilihat di media masa elektronik disekitar tanggal tersebut atau untuk gampangnya silakan cari saja di buku putih yang dikeluarkan Depkeu tentang kutipan2x mereka. Sampai saat ini tidak ada yang membantah pernyataan yang dicantumpan tersebut. palingan mereka cuman membantah bahwa itu bukan untuk century.

Nah seperti yang diketahui pula dari wawancara pansus diketahui bahwa pada saat itu ada satu bank bermasalah yang namanya century. Nah bank yang satu ini ditetapkan menjadi bank gagal dan mendapatkan perhatian serius dari pemerintah. Kenapa demikian?karena sudah dijawab oleh pemerintah dan jg oleh mereka2x pakar ekonomi yang duduk dipansus bahwa saat itu krisis. Sudah diketahui pula  alasan2x dibelakang itu kenapa akhirnya dibantu supaya gak colaps. Saya tidak menekankan bagaimana hal itu terjadi. Yang pasti prosesnya sangat luar biasa menyita waktu. Waktu tidur para pejabat yang bersangkutan jauh berkurang selama beberapa hari disekitar keputusan dan akhirnya diputuskan BAIL OUT akan dilakukan.

Setelah keputusan tersebut muncul maka tindak lanjut dari kebijakan tersebut dilakukan. Seperti yang diketahui pula Negara Republik Indonesia yang cukup massif jumblah penduduk dan pulaunya ini menjadi salah satu  negara yang pertumbuhan ekonominya positif. Nomor 3 didunia. Bank tidak banyak yang kolaps seperti tahun 1998 yang menyedot dana katanya sih skitar 600 trilyun lebih. PHK memang terjadi, tapi tidak sampai ribuan atau ratusan ribu sperti yang diperkirakan oleh para ekonom saat itu. Bank century berubah nama menjadi bank mutiara dan dimiliki hampir mutlak oleh LPS ceunah. Para pelaku ekonomi seperti para direktur bankir merasa lega dan mengapresiasi dengan tindakan yang dilakukan pemerintah dengan cepat.

Lalu, setelah terselamatkan tersebut apa yang terjadi? Tiba2x saja mereka para anggota DPR mempersalahkan kebijakan tersebut. Orang2 DPR membentuk pansus untuk mengusut yang menurut saya mereka sudah mempunyai kesimpulan akhir dan mencari kesalahan2x yang dilakukan oleh para pengambil kebijakan. Dan akhirnya “menyalahkan” para pengambil kebijakan. Saya berusaha membayangkan apa yang terjadi jika saya diposisi Menkeu ataupun posisi apapun yang cukup penting untuk negara. Beliau berusaha dan bekerja dengan bersungguh2x mengurangi waktu tidur, waktu untuk keluarga hanya demi mengurus negara yang satu ini. Setelah berhasil menyelamatkan ternyata dipersalahkan secara politik dan bahkan kesalahan yang diduga dan ditimpakan banyak dari pasal2x korupsi, kolusi. Orang yang bekerja sedemikian keras supaya negaranya maju tiba2x dituduh korupsi dan salah. Mereka para pakar ekonomi yang tahun 2008 itu mengatakan bahwa ekonomi indonesia cukup rentan dan tampak sebagai para pendukung dan pendorong kebijakan apapun yang dilakukan pemerintah untuk menyelamatkan negara yang satu ini tiba2x menikam dari belakang para pengambil kebijakan tersebut. Tidak saja ditikam, tapi juga diduga sebagai koruptor.

Pagi ini saya membaca berita bahwa Ibu Sri tidak dapat berkata apa2 dan banyak no comment. Bahkan beliau sampai bergetar bibirnya demi memilah apa yang diucapkan. Saya hanya membayangkan beliau sedang sedih yang luar biasa. Semua kemampuannya dikerahkan demi kemajuan negara tapi tiba2x ditarik sampai kedasar dan diduga sebagai koruptor dan memanfaatkan posisinya demi kepentingan pribadi. Negara yang aneh. Orang internasional mengapresiasikan seseorang dari kapabilitasnya, kompetensinya dan prestasinya. Beliau menjadi menkeu terbaik seasia pada 2006 dan menjadi wanita berpengaruh nomor 23 sedunia dan wanita paling berpengaruh nomor 2 se-Indonesia. Dan semuanya diapresiasikan dari luar. Orang luar negeri sangat menghargai prestasi seseorang dan kemampuannya. Akan tetapi bangsa sendiri tempat beliau mencurahkan kemampuannya malah menjatuhkan dia ibarat tikus yang menggrogoti negara. Kalau mereka pikir demi uang dan jabatan itu salah. Diluar negeri orang seperti beliau sangat laku. Gaji kemungkinan sangat besar. Kalau sudah demikian tidak mungkin yang beliau lakukan adalah demi uang dan jabatan. Maka menurut saya sangat wajar meskipun Indonesia memiliki banyak orang yang pintar dan punya kapabilitas tinggi tapi tidak dapat menahan orang2x tersebut didalam. Di Indonesia, orang2x yang memiliki kemampuan bicara akan sangat dihargai. Kemampuannya hanya dibidang politik akan tetapi akan menjadi tampak ahli disegala bidang. Dan terkadang cenderung bodoh menurut saya. Yang bodoh yang berkuasa yang pintar disingkirkan. What a stupid country. Banyak orang pintar diluar negeri yang gak balik2x ke Indonesia tapi sebenernya mereka tetap bangga dengan asal muasalnya. Meskipun ditawarkan untuk menjadi warga negara suatu negara maju mereka tetap memilih WNI. Sedangkan jadi WNI itu sendiri ya nasibnya seperti si Ibu Sri ini. Salah satu intermezo tentang pernyataan pemerintah Jepang kepada Prof. Nelson Tansu: Since his surname “Tansu” sounds Japanese, many Japanese Consulates has tried to persuade him to return to Japan to contribute to Japan’s econony. BUT, Prof. Tansu declared that he actually holds a Green Passport with the image of Garuda Pancasila.

source: Bla-bla

Kembali ke topik. Jika kemudian ditilik kebijakannya, menurut saya tidak salah karena hasilnya positif. Pendapat dari salah seorang narasumber mengatakan: apapun penyebabnya, api sekecil apapun harus dipadamkan karena minyak sudah ada dimana-mana. Jika ternyata penyebab dan juga penyalurannya bermasalh, itulah yang disidik dan bukan kebijakannya. Akan tetapi target dari awal memang akan menjatuhkan kedua orang tersebut sehingga kinerja pansus menurut saya adalah mencari alasan terhadap kesimpulan mereka. Media masa sedemikian besar mengekspos dan membuat opini publik bahwa kebijakan yang dilakukan ngaco. Beberapa stasiun TV selalu mewawancarai para nara sumber yang sudah jelas sangat bersebrangan dan sangat ingin menjatuhkan pemerintah. Pansus itu sendiri tidak pernah mengundang para pelaku pasar yang sangat merasakan dampak kebijakan tersebut. Ini sudah sangat berat sebelah. Di link yang satu ini Wimar Witoelar memiliki pandangan yang unik tentang gonjang ganjing century.

Ada beberapa pendapat:

  • Apakah kebijakan yang diambil ada kong-kalikong dengan pemilik century sehingga pengambil kebijakan dapat dana? jawabannya menurut saya tidak didasarkan pandangan awal saya. Jika toh memang ada kong-kalikong buat apa menghabiskan waktu sedemikan banyak jika sudah ada kesimpulannya. Jika memang ada udang dibalik batu buat apa acara kunjungan APEC dibatalkan dan langsung pulang ke Indonesia dan rapat gak karuan siang malam dan ngambil keputusan segera
  • Bank century bukanlah bank gagal yang sistemik? Banyak masyarakat terpangurh dengan pandangan ini dari para pakar ekonomi dari barisan sakit hati. Keputusan tersebut kenyataannya berdampak positif. Jika ada yang mengatakan ya memang gak krisis, jadi si century gak perlu diselamatkan karena krisis itu diluar negeri dan bukan di Indonesia.  Logika yang dimiliki pendapat ini sudah jungkir balik dan aneh jadi gak perlu dibahas karena sudah jelas salah pernyataannya
  • Negara dirugikan 6.7 Trilyun. Dana LPS dari pemerintah 4 trilyun dan iuran dari bank2x di indonesia belasan trilyun. Jadi dana 4 trilyun pemerintah gak hilang. Toh LPS memiliki hampir 100% saham si century. Diharapkan jika dijual akan mendekati 6.7 trilyun jika dikelola dengan baik. Toh jika gak diselamatkan, pemerintah tetap harus mengeluarkan duit 6 trilyun buat ngembaliin dana nasabah. Untung mana ngeluarin 6.7 trilyun tapi ada harapan kembali duitnya ato mungkin untung dibandingkan keluar 6 trilyun tapi gak kembali samaskali. Penjual bubur ayam jg ngerti ini. Jadi pertanyaan hilang dananya absurd.
  • Ada pelanggaran dengan mengganti aturan BI tentang CAR demi menyelamatkan si century belaka. Hal ini sudah diutarakan bahwa perubahan tersebut sesuai undang2x dan dengan tujuan bukan untuk century saja. Toh dengan perubahan itu alasan2x diatas dapat terjadi dan tidak merugikan.
  • Terus kenapa ente gak siap2x pergi kuliah sekarang? Ini pertanyaan gak relevan tentang si century. Akan tetapi pertanyaan tersebut sangat baik untuk ditindaklanjuti karena waktu jg yang membatasi penulisan artikel gak jelas ini..:D

Terakhir ini semua didasarkan dengan pandangan awal saya dan tetap menjadi pandangan akhir saya percaya segala yang beliau cari bukan didasarkan oleh uang dan jabatan.

Thinkpad Comparison

T400

Finally Lenovo Thinkpad series has come to my top consideration in choosing a notebook. There are two types of the Thinkpad series which become my candidate, T series and R series.

T400R3A is the first type i fall in love with. The specification of this type are:

  • Intel® Core™2 Duo Processor P8400 (2.26 MHz, FSB 1066, Cache 3 MB)
  • 2 GB DDR3 SDRAM PC-8500 (Standard Memory)
  • 14.1″ WXGA TFT
  • 250 GB Serial ATA 5400 RPM
  • 2.13 kg
  • 3-year Limited Warranty by Authorized Distributor
  • USD 1477 (I have seen somewhere USD 1425)

R400TGA is my second choice because of its price which is lower than T400. The specification of this type are:

  • Intel® Core™2 Duo Processor P8400 (2.26 MHz, FSB 1066, Cache 3 MB)
  • 1 GB DDR3 SDRAM PC-8500 (Standard Memory)
  • 14.1″ WXGA TFT
  • 160 GB 5400 RPM
  • 2.5 kg
  • 1-year Limited Warranty by Authorized Distributor
  • USD 1099

For the first time, I only show the performance of the computer here. I see that for USD 326 (IDR 3.260.000) less price, the performance of R400 slightly different from T400.  Of course i believe that T400 has more feature beside of these basic performance. Now i want to see the price of the R400 if i upgrade it until it equal to the T400 series.

  • V-GeN SODIMM DDR3 PC 8500 1GB -> USD 35
  • Seagate 250 GB Serial ATA -> USD 80

This addition will reduce the differences to USD 211.

T4002

Thinkpad portability is suitable for those who can work everywhere. Both of this type support for the portability of the notebook. Beside that, i really like the black color and simple model of the thinkpad. I think it is cool and more masculine if i can have one of those.  Although, maybe, if there is another notebook which slightly more advance in its performance, i think i still prefer to choose thinkpad as my notebook.

Lenovo claims that The T400 series has lower power consumtion upto 30%. This improvement can be seen from lenovo website. Another improvement claimed by lenovo are also the switcable graphic card and its quietness. I think with these advantages and also its weight, it is worthed to pick up the T400 series as the top winner of my choice.


Mengenal, Mengetahui, Memahami, Memutuskan

Saya mengikuti berbagai macam manuver dan juga pendapat politik yang terjadi disekitar saya melalui media elektronik, cetak dan rumor atau berita dari sesama teman saya. Saya tidak mengerti mengapa para calon presiden tidak menunjukan dan meyakinkan pada calon pemilih dengan cara menunjukan kelebihan dirinya atau visi misi yang diusungnya? Mengapa semua calon berusaha sekuat tenaga untuk menjatuhkan lawan politiknya? Mengapa ada pihak yang menyerang dan mencari2x kesalahan pesaing politiknya disegala kesempatan yang ada. Pasangan yang satu mengatakan yang buruk dan menjatuhkan pasangan yang lain. Pasangan yang lain mengatakan bahwa suatu pasangan sangat lambat dan tidak sistematis.

Apakah benar informasi yang kita terima? Apakah kita akan menelan bulat2x tanpa mencari kebenaran atas segala jenis informasi yang masuk ke telinga kita? dibawah ini adalah kutipan salah satu pertanyaan dari wawancara dengan presiden pada Vivanews.com. Semoga bisa membantu kita dalam mengenal, mengetahui dan memahami apakah yang menurut kita benar sehingga bisa memutuskan untuk memilih salah satu calon presiden pada bulan juli mendatang.

Wawancara Khusus Presiden Yudhoyono:  “Jangan Rendahkan Rakyat Kita”

Karaniya: Ada kritik dari sejumlah pihak tentang komposisi stimulus fiskal yang dirancang pemerintah. Dipertanyakan kenapa sebagian besar dialokasikan di wilayah pajak dan untuk sektor industri, sementara untuk pertanian dan pedesaan kecil sekali. Tanggapan Bapak Presiden?

Presiden: OK. Mari kita lihat strukturnya dulu. Di luar stimulus ada juga anggaran yang tidak sedikit, ratusan triliun rupiah untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, untuk memastikan ekonomi kita bergerak. Di samping itu ada program-program pro-rakyat yang juga terus berjalan. Jadi, jangan kita anggap untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat, kehidupan petani, seolah-olah hanya dengan stimulus. Mari kita lihat datanya supaya akurat.

Total stimulus adalah Rp 73,3 triliun. Memang ada komponen insentif pajak. Tapi di situ ada penurunan tarif pajak penghasilan orang pribadi sejumlah Rp 13,5 triliun. Mereka langsung mendapat keringanan penurunan pajak. Ada lagi peningkatan pendapatan tidak kena pajak sejumlah Rp 11 triliun. Yang penghasilannya di bawah Rp 15 juta setahun, tidak kena pajak. Ada lagi kaum buruh dan karyawan yang penghasilannya di bawah Rp 5 juta disubsidi, tidak kena pajak. Lantas, ada program PNPM (Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat) bagi masyarakat desa, ada kredit usaha rakyat dengan tambahan dana Rp 1 triliun. Kemudian untuk petani, ingat ada subsidi benih dan pupuk untuk petani. Kita keluarkan Rp 27 triliun. Ini pertama kali dalam sejarah. Jadi, akumulasi dari semua itu, meliputi semua sektor. Juga ada untuk pembangunan infrastruktur. Ini untuk meningkatkan ekonomi lokal, menciptakan pekerjaan. Itu juga untuk rakyat, bukan untuk pemborong.

Jadi, mari berpikir realistik, pahami betul struktur dan policy ini, mengerti betul angka-angkanya, dengan demikian kok tidak beranggapan seolah-olah ini hanya pajak. Sekali lagi, jangan kita terkecoh, seolah-olah kita mengatasi krisis ini hanya dengan stimulus. Progam lain juga terus berjalan. Ini memang tugas berat. Tidak ada satu pun kepala negara, sahabat-sahabat saya sewaktu bertemu kemarin di London, yang senyumnya lebar. Semua menahan senyum.

Wawancara lebih lengkap disini.

Golput atau Tidak

Pemilu presiden di Indonesia akan diselenggarakan dalam waktu kurang dari 2 bulan lagi. Ada tiga pasangan capres yang akhirnya mencalonkan diri. Pasangan yang pertama adalah JK-Wiranto, yang kedua adalah Mega-Prabowo dan terakhir adalah SBY-Budiono.

Menurut pendapat saya, setiap masyarakat Indonesia yang sudah memiliki hak pilih sudah terdapat kecenderungan masing-masing untuk memilih satu pasangan ataupun kecenderungan memilih untuk golput. Ada berbagai macam alasan pada diri masing2x individu untuk memiliki kecenderungan tersebut. Selain memiliki alasan pada salah satu pasangan calon yang ada, menurut saya terkadang mereka juga memiliki pandanga2nx tertentu terhadap pasangan yang lain. Hal ini juga terjadi kepada para pemilih yang akhirnya bergabung dalam kelompok golput.

Pandangan-pandangan tersebut terkadang pandangan negatif terhadap pasangan calon tertentu ataupun semua calon yang ada. Saya yakin, kepada mereka yang memilih untuk golput memiliki pandangan bahwa seluruh calon yang ada tidak merepresentasikan calon pemimpin yang baik menurut mereka. Sudah tentu selain kelompok golput yang memiliki alasan2x tertentu, ada juga orang yang memilih golput karena alasan lain seperti malas, tidak peduli dengan hajatan ini, ataupun tidak terdaftar secara tidak sengaja. Akan tetapi saya ingin membahas mereka yang golput dengan memiliki pandangan bahwa semua calon yang ada tidak pantas untuk mencalonkan diri sebagai presiden atau wakilnya.

Saya memiliki sebuah pertanyaan kepada kelompok ini. Apakah alasan yang mereka punya benar adanya? Yang saya maksudkan, jika keputusan tersebut didasarkan rumor yang beredar dimasyarakat apakah sudah dicek kebenerannya? Apakah mereka sudah “mencoba” untuk mengenal mereka? Logika dan analogi yang saya pakai dalam pemilu presiden ini adalah seperti seseorang ketika ingin membeli sebuah barang, misalkan sebuah laptop, HP, Mobil, Motor, Tanah, Rumah dan sebagainya. Ketika seseorang ingin membeli sesuatu benda diatas, maka mereka akan meneliti merek2x yang populer dimasyarakat atau mencari produk yang sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Mereka berusaha mencari informasi sebanyak-banyaknya agar ketika akhirnya menjatuhkan pilihan mereka tidak salah dan puas. Demikian juga ketika akan memilih salah seorang calon pemimpin dinegeri ini. Apakah mereka golput setelah berusaha mengenali para calon? Ataukah hanya dengan data yang seadanya dan mungkind denger dari orang lain sehingga memutuskan golput? Apakah kita langsung tidak menjadi beli suatu barang setelah diberitakan hal yang tidak baik terhadap barang tersebut tanpa menelusuri kebenarnnya?

Ketika menjelang masa kampanye pemilihan presiden, maka akan ada pihak-pihak yang melakukan black campaign dengan menghembuskan rumor2x kepada masyarakat. Media adalah alat propaganda yang baik untuk hal tersebut. Propaganda seperti ini sudah sejak lama terjadi. Ambil saja contoh propaganda yang hebat dilakukan oleh jerman sewaktu perang dunia kedua.  Apakah informasi-informasi negatif yang ada dimasyarakat adalah benar informasinya dan apakah masyarakat itu sendiri sudah mengerti isi dari informasi tersebut?

Contohnya adalah informasi bahwa pasangan SBY-Budiono adalah pasangan yang neoliberal yang pro negara adi daya ataupun negara barat. Apakah kita sudah mengerti apa artinya neo liberal? Seperti apakah neo liberal tersebut? Mungkin banyak diantara kita yang tidak paham oleh informasi ini. Ketika ada suatu kebijakan pemerintah saat ini yang tampak tidak baik, bukankah akan muncul komentar-komentar dari kelompok yang besebrangan dengan pemerintah yang akan membesar2xkan hal tersebut lalu mengkaitkannya dengan yang lain? Ketika hal yang baik muncul, apakah akan diblow up seperti itu? Tampaknya tidak. Ini hanyalah salah satu contoh saja. Ada juga informasi yang negatif mengenai pasangan JK ataupun Megawati.

Saya sendiri tidak menyukai suatu kampanye yang selalu mengangkat-ngangkat kejelekan pasangan lawan. Hal ini terjadi di pemilu Amerika serikat. Selalu menjelek2xan apa yang telah dilakukan pasangan2x yang ada dahulunya. Ketiga pasangan ini pernah ada ditampuk kepimipinan puncak Indonesia dan jika saling menyalahkan maka ini merupakan suatu kampanye politik yang kurang sehat menurut saya.

Jadi kesimpulannya adalah apa yang kita dengar belum tentu benar. Apakah komentar para komentator adalah benar? Apakah yang kita simpulkan adalah benar? Yang pasti apapun pilihan kita, sebaiknya kita mengambilnya berdasarkan informasi yang benar-benar kita percayai dan ketahui. Salah satu cara untuk mengetahuinya adalah dengan mengikuti acara2x yang isinya adalah pemaparan visi dan misi para calon presiden tersebut ataupun tanya jawab dan debat diantara mereka. Dari sana menurut saya kita akan mengetahui bagaimana kualitas masing2x capres tersebut. Bagaimana mereka menangani masalah yang diajukan para audiens ataupun moderator. Bagaimana cara mereka mendebat. Dari sana kita bisa lihat juga bagaimana kecerdasan para capres dalam menyusun strategi2x untuk kemajuan bangsa. Apakah mereka hanya menjual janji tanpa tahu cara menjalankannya secara praktis atau tidak.

Dua hari belakangan ini di TV One ada suatu acara yang bernama Presiden Pilihan. JK dan SBY sudah memaparkan visi dan misi ekonomi mereka dan juga menjawab pertanyaan2x para audiens. Malam ini akan diadakan acara yang sama dengan calon Megawati. Berdasarkan rencana acara disekitar pemilu presiden yang saya tahu adalah adanya debat para capres. Acara2x inilah yang sebaiknya kita tonton dan kemudian kita bisa membuat suatu pilihan yang tepat berdasarkan informasi yang kita anggap benar. Apapun pilihan kita, termasuk golput, sebaiknya merupakan pilihan yang bukan didasarkan dari black campaign, asumsi, berita, rumor yang kita dapat. Kenalilah dan buatlah pilihan untuk negara kita 5 tahun kedepan.

Berita Seputar Antasari Azhar

Awal minggu ini berita yang ada di TV banyak menyiarkan berita tentang ketua kpk yang diduga menjadi otak pembunuhan seorang direktur BUMN yang bernama Nasrudin Zulkarnaen. Hemmm.. sebenernya gw agak kaget pertama kali denger berita ini. Senin kemaren setelah pulang kerja, gw nungguin acara yang berjudul KPK di TransTV. Gw berharap program yang satu ini pasti akan mengangkat berita hangat seputar kasus Antasari ini, dan memang benar menayangkannya. 😀

Ada beberapa fakta yang diangkat pada acara tersebut, fakta ini berupa pernyataan-pernyataan yang muncul baik dari keluarga korban ataupun dari kepolisian dan kejaksaan yang sudah mencekal Antasari Azhar.  Ada beberapa nama yang terkait dalam kasus ini. Tapi menurut pendapat gw fakta-fakta ini semua agak ganjil jika ternyata pelakunya adalah AA.

Yang pertama adalah, jika tuduhan otak pembunuhan semua benar, maka keputusan membunuh Nasrudin dengan latar belakang wanita adalah keputusan yang sangat bodoh dari seorang AA. Dia adalah pemimpin sebuah institusi yang memiliki anak buah dengan kemampuan yang mumpuni dalam bidang intelijen seperti pengungkapan kasus2x korupsi di DPR. Oleh karena itulah menurut gw sangat bodoh jika merencanakan pembunuhan tersebut. Jika seandainya memang benar AA diperas karena hubungannya dengan seorang wanita muda, maka resiko yang dia hadapi AA jika diekspos adalah kariernya yang menjadi tercoreng dan mungkin terhenti. Tetapi jika dia memang menyusun rencana pembunuhan tersebut, resiko yang AA hadapi adalah dia akan kehilangan kariernya plus ancaman hukuman mati. Sangat aneh AA tidak memikirkan hal ini.

Yang kedua, salah seorang sahabat dari Nasrudin mengatakan bahwa dia ditunjukan sms oleh almarhum yang berisi ancaman dan menegaskan bahwa dia melihat dengan mata kepala sendiri bahwa di sms tersebut ada nama AA. Ini juga sangat aneh. Kenapa seseorang yang berniat dan merencanakan sebuah pembunuhan akan meninggalkan jejak yang sangat jelas seperti itu?? kalaupun memang benar ada ancaman itu, apakah akan dilaksanakan dengan resiko yang sangat besar, yaitu hukuman mati jika terungkap?

Yang ketiga, dikatakan bahwa orang yang melakukan perekrutan eksekutor lapangan adalah seorang perwira menengah Polri yang berinisial WW. Berita pagi ini mengatakan bahwa WW merupakan salah seorang perwira yang memiliki prestasi sangat baik dan akan diangkat menjadi seorang perwira tinggi sebagai seorang jenderal berbintang satu pada Juli tahun ini. Seorang perwira yang memasuki suatu pangkat tinggi seperti jenderal menurut gw adalah orang-orang yang pintar dan cemerlang dalam kariernya. Jika demikian, kenapa beliau merencanakan pembunuhan ini? Kalau memang benar beliau merencanakan, menurut gw semuanya akan sangat rapih dan terencana dengan baik. Akan tetapi faktanya semuanya terungkap dengan cepat. Untuk apa seorang yang akan segera memasuki jenjang perwira tinggi merencanakan hal tersebut?

Yang terakhir adalah mengenai latar belakang pembunuhan yang diungkapkan. Dikatakan bahwa ini semua berkaitan mengenai cinta segitiga kepada seorang perempuan bernama Rani Juliani. Akan tetapi apakah karena permasalah cinta segitiga ini menjadikan sebuah alasan untuk merencanakan pembunuhan? AA mengetahui mengenai seluk beluk pengungkapan masalah korupsi dinegara ini. Apakah dia dengan mudah tersandung karena masalah wanita?

Semakin tinggi dan besar sebuah pohon, maka semakin kuat pula angin yang menggoyangnya. Nama KPK semakin harum dengan pengungkapan kasus2x korupsi yang terjadi di DPR ataupun pada pemerintahan. Rakyat mendukung institusi ini dan menjadikannya ujung tombak dalam memberantas korupsi yang ada di Indonesia. Dengan semakin besar nama KPK ini, semakin besar pula goncangan yang akan dihadapinya. Gw lebih ngerasa ada sesuatu dibalik ini semua. Entah suatu konspirasi untuk menjatuhkan ketua KPK atau lebih jauh lagi menjatuhkan nama baik presiden? Atau mungkin ini semua rekayasa dari KPK untuk mendapatkan tangkapan yang jauh lebih besar? (kayak di film2x amerika, hehehe). Belum tau itu semua dan akan gw ikutin perkembangan kasus ini. Semoga kasus ini gak ngejatuhin KPK dan tetap bisa ngejaring para koruptor di negeri ini. Amin

nb:

Baru kali ini gw nulis tentang berita hangat yang terjadi di Indonesia. Cuman pengen nulis di blog pendapat gw tentang kasus ini 😀

Challenge or Burden

A few days ago my superior colleage ask me to help him preparing for giving a training to our customer. The first time i got this assignment i thought there is something that finally i am needed. I mean not in the main reason if i am not there then the work can not be done. That is the first impressment appear in my mind. That is just for a flash of time. Then i thought that i must prepare for everything.

I don`t know what is the meaning of this  training. I already knew that all of the training had been done a long time ago. But that is not my business. All i know that this training must be prepared well. Neither the assignment not important nor not give good impact to the company is not my business too. The things that i must give more attention is the contain of the assignment. Functions which i should study is quite many and there is also gui which i have to overcome. I thing one day of preparing is not enough. One to two days addition will be sufficient, two is my recommendation. I thought this is a burden and i can not afford it. Many thinking come to my head and all of them are negative thinking and they are not touching the real problem which i face in front of me. But then i try to see it from the positive side. I should maximize all of my time to understand as much as possible. I changed it  from negative thinking which always see this assignment as a burden into a challenge which i should overcome. I gain my spirit and my focus. I must find a way to overcome this. I feel that my head full of plans which i want to implement in the following days. I feel that my brain work harder and more efficiently and see it with enthusiasm. I think i can overcome it.

From now on, I will try to see a problem or a task from the positive way of thinking. It will use my brain to see the fissure of the problem and find a way to solve it.  This way my brain is trained. Everythink is started from my head. If i see something from negative thinking side, i will see that there are many problems. In the other side if i see something from positive thinking side, i will see that there are many ways that i can take and furthermore it will train my brain to think.