Anak Power ’02

Setelah jenuh gara2x belajar non stop dan mentok disalah satu topik, tadi malam akhirnya gw browsing foto2x tagging dari facebook dari yang terbaru sampai yang tertua dan menemukan beberapa foto yang bikin gw cekikikan..

Foto pertama yang temuin. Dari foto ini menunjukan suatu komunitas yang perbandingan antara kaum hawa dan adam dengan persentase yang jomplang dan dipakai sebagai alasan atau pembenaran mengapa sebagian besar dari mereka lulus dengan predikat jomblo pada wisuda S1 atopun pada wisuda S2 buat kasus khusus yang disandang si Windra, salah seorang calon Doktor yang lagi bermain2x di Jepang. Smoga aja untuk wisuda dijepang sana udah gak menyandang status jomblonya. 😀

Foto kedua yang ditemuin dimana kita berkunjung ke tempatnya rangga yang cuti kuliah karena sakit. Tempat yang menyenangkan deket lokasi Mak erot berada. suasana yang asri dan dengan disuguhi makan nasi dari bakul beralaskan daun dan jg lauk ikan yang ngambil langsung dari empang empunya rumah.  Salah satu waktu yang dilalui dimana para jejaka arus kuat dengan malu2x kucing pengen bisa berkenalan dengan adiknya yang empunya rumah. Udah banyakan dan main kroyokan pun masih gak berani kenalan..:D

Salah satu foto yang cukup lengkap memuat anggota power. Foto yang diambil setelah suatu acara ekskursi yang dikomandani oleh sebut saja namanya kohar. 😀

Kelompok manusia yang gw yakin sbenernya dari segi otak sangat mumpuni dalam menimba ilmu ataupun bekerja, akan tetapi banyak diantara mereka yang akhirnya terdampar di ITB lebih lama lagi gara2x sifatnya yang kocak2x dan jg terkadang pemalas. Banyak yang bisa dikenang dari segerombolan manusia yang dalam waktu minimal 2 tahun bersama untuk mendapatkan gelar S1 dari sebuah kampus yang katanya terbaik bangsa. 😕

Ada saat dimana para manusianya cuman dateng kuliah dikelas dan bengong gak ngerti yang diomongin dosen

Para manusia yang hobi nongkrong2x didepan teras gedung kerjasama PLN diantara waktu kuliah dengan bermain kartu, ngumpul2x ngobrol gak jelas, ketawa2x sampe sakit perut, nyela kawannya sendiri.

Para manusia yang ketika bergerombol didepan teras gedung kerjasama PLN ngecengin cewek2x TPB yang wajahnya cerah2x dan jauh dari jangkauan masing2x orang.

Para orang yang berani ngecengin dari jauh saja tanpa hasrat dan keberanian untuk berkenalan.

Para manusia yang dengan luar biasanya gak belajar sama skali dan malah merencanakan sebuah strategi tempat duduk sehingga ketika ujian bisa berhasil dengan sukses pada suatu kuliah.

Para manusia yang ada kalanya mendapat nilai E semuanya untuk satu deret meja.

Meskipun mendapat E, ketika mengulang kuliah yang sama adakalanya belajar bersama sampai larut malam atau bahkan tidak tidur untuk ujian esoknya. Menunjukan jatidiri sebenarnya dan berhasil melewati dengan baik.

Ingat sewaktu duduk dan menunggu dengan was2x giliran untuk mendapatkan semprotan dari Prof. Jhon.

Teringat wajah kohar yang sangat panik ketika dibentak2x oleh Prof. Jhon dan tampak putus asa tapi berakhir bahagia dengan mendapatkan nilai B. suatu nilai yang langka.

Teringat mendengar suara Prof. Jhon yang sangat kencang dengan si Dila bersamanya untuk waktu yang lama akan tetapi kembali berakhir bahagia karena cukup sekali menghadap beliau.

Teringat dengan sotoynya menjadi asisten lab adek kelas dan menanyakan banyak hal yang belom tentu sendirinya tau jawaban yang ditanya.

Teringat persiapan2x untuk acara ekskursi yang selalu diselingi banyak canda dan tawa.

Teringat tim kecil menikmati buffet di tomang.

Teringat ketika wisuda sebagian besar tidak didampingi oleh seorang wanita

Dan juga banyak banget keanehan2x yang kalo diinget2x kembali menjadi sangat lucu.

Empat tahun sudah lewat. Ya cuman empat tahun dan terkadang berasa cuman sebentar tapi kalau diingat2x tampak sudah sangat lama. Ada yang jadi engineer2x PLN ato anak perusahaannya, ada yang jadi engineer di perusahaan owner ato oil service, ada yang jadi engineer diperusahaan setengah BUMN, ada yang jadi engineer di perusahaan swasta, ada yang jadi engineer di negeri orang dan ada jg calon peneliti yang berusaha menyelesaikan Phd-nya.

Ternyata waktu cepat berlalu dan meninggalkan banyak kenangan yang membuat rasa kangen terhadap sejumlah manusia2x aneh dari arus kuat sebuah kampus di bandung angkatan 2002.:D

Advertisements

Kisah Gundala Jadi Putra Petir

Kisah tradisional asli Indonesia ini sudah lama tidak terdengar. Pada jaman tahun 1990-an komik yang satu ini cukup terkenal dikalangan anak2x terutama pada sebuah taman bacaan di bilangan Utan Kayu Selatan yang sudah punah belasan tahun lalu pula seiring menurunnya minat baca ditempat tersebut. Sampai sekarangpun saya masih belum tahu (atau lupa) bagaimana sang Gundala bisa mendapatkan kesaktiannya. Setelah diteliti dan direnungkan selama beberapa malam akhirnya saya mendapatkan ilham mengenai pertanyaan saya tersebut. Dan inilah kisahnya.

Alkisah pada suatu hari di suatu negeri antah berantah berjalanlah seorang pemuda yang namanya Gundala. Sampai suatu waktu sampailah sang pemuda ditanah lapang yang ditumbuhi rerumputan yang terhampar luas. Pemuda yang satu ini tidak menemukan sesuatupun didaerah tersebut selain dirinya dan rerumputan dan juga penghuni ekosistem padang rumput lainnya. Akhirnya Gundala melanjutkan perjalanannya untuk menyebrang padang rumput tersebut. Akan tetapi dia tidak menyadari suatu gejala alam yang terjadi saat itu.

Pada saat itu permukaan bumi menerima energi yang diradiasikan matahari sehingga memanaskan udara diatasnya. Udara panas tersebut lalu mengalir keatas dan tempatnya digantikan oleh udara yang lebih dingin. Sampai suatu ketika diangkasa tersebut terbentuklah bulir2x air yang namanya raindrops. Oleh dikarenakan adanya medan magnet diantara lapisan atmosfer dan bumi, maka terjadilan polarisasi pada raindrop tersebut. Nah setelah terjadi polarisasi itu sang raindrop mengelana kesana kemari dan tiba2x saja dihantam oleh angin yang bernama windgust yang menyebabkan dirinya terbelah menjadi raindrop negative dan raindrop positive. Raindrop positive ini memiliki masa yang lebih besar dan tambun dibandingkan yang negative. Oleh karena hal inilah raindrops yang tambun ini jatuh kebumi sedangkan yang lebih ringan tetap diangkasa dan bersatu dengan kawan2xnya yang senasib dan sepenanggungan. Setelah bertemu dan berkumpul dengan kawan senasib tersebut akhirnya mereka sepakat membentuk perkumpulan yang dinamakan Thunderclouds. Nama yang cukup menarik dan keren. Sang perkumpulan Thunderclouds inilah yang akan mengubah hidup pemuda bernama Gundala selamanya.

Alkisah thunderclouds ini sampai pula dipadang rumput dimana Gundala sedang menyebranginya ketempat tujuan. Yang unik dari Thunderclouds adalah dia selalu menimbulkan pasangannya yang positive di bumi. Kemanapun dia pergi disana juga ada pasangannya. Sampai suatu ketika setelah perkumpulan thunderclouds itu cukup besar dan jg pasangannya dbumi terjadi hal yang sama, akhirnya terbentuklah jurang diantara mereka yang cukup besar dengan nama beda potensial yang nilainya sampai jutaan volt. Oleh karena jaraknya yang jauh dengan permukaan bumi, medan listrik yang ditimbulkan pun tetap lebih rendah dari breakdown udara.

Kisahpun berlanjut. Pada saat itu discharge terjadi di thunderclouds dan meningkatkan muatan didalam thunderclouds. Setelah hal itu cukup banyak terjadi, akhirnya sang thunderclouds tersebut memutuskan untuk bersilaturahmi dengan pasangannya (si positive di bumi). Oleh karena adanya medan listrik, maka si discharge yang terjadi sebelumnya membentuk suatu panitia khusus yang disingkat pansus dengan tugas merintis sebuah jalur untuk menjembatani dengan pasangannya dibumi. Nama pansus tersebut adalah Step leader. Si step leader ini mencari jalannya menuju bumi dalam step kisaran 30-100 meter sekali melangkah. Arus yang dibawa oleh step leader ini kecil dan hanya sampai seratusan ampere saja. Nah oleh karena nature yang stochastic dan jg oleh karena mencari jalan dengan hambatan terkecil membuat step yang terjadi menjadi berbelok2x dan juga terkadang menyebabkan percabangan. Nah sampai suatu ketika sang step leader ini sampai kisaran seratusan meter diatas padang rumput tersebut. Pada saat itu sang step leader bingung arah mana yang terdekat yang akan ditempuh. Dan setelah melalui mufakat akhirnya mereka membentuk suatu bola dengan jari2x yang sesuai dengan banyaknya discharge yang nanti akan dibawa melalui saluran yang dibentuk step leader. Proses pencarian ini dibarengi dengan blunder yang dilakukan oleh Gundala.

Saat itu Gundala cukup lelah sehingga dia menguap sambil menggeliat dengan mengangkat kedua tangannya keatas. Pada saat itulah sang step leader mendapatkan ilham. Eureca.. akhirnya dengan daya pikat medan listrik yang cukup besar menyebabkan pasangan dari Thunderclouds yang positive di bumi untuk mendekati sang step leader. Tempat yang dilewati oleh sang positive adalah melalui kaki Gundala dan sampai keujung tangannya yang sedang menggeliat. Setelah diujung tangan Gundala, sang positive membentuk sejenis persekutuan seperti halnya thunderclouds dan mereka memberi nama Streamer. Streamer ini terbentuk terus dan akhirnya membentuk saluran menuju sang step leader. Dengan daya pikat dari medan listrik yang kuat oleh step leader akhirnya streamer sampai pula ke step leader dan mereka bersilaturahmi  dengan menyalurkan discharge current yang seratusan ampere tersebut dan sebagai balasannya sang positive jg menyalurkan dalam bentuk travelling wave yang sangat massive dengan kecepatan jauh lebih cepat dari si discharge current yang hanya 150 km/s. Nah kecepatan si travelling wave ini skitar setengah kecepatan cahaya yaitu skitar 150.000 km/s dan mereka cukup eksklusif dengan pemberian nama sendiri yaitu return stroke.

Kelakuan si return stroke ini sangat bengal dan begajulan. Oleh karena massivenya dan jg cepatnya, maka udara dijalur tersebut ditabrak2x yang menimbulkan luapan emosi sehingga meningkatkan suhu sampai 20.000 C dan memancarkan cahaya berwarna putih. Return stroke ini terjadi selama beberapa kali dengan jalur yang sama dan jg dengan arus kira2x 10000-100000 Ampere. Nah karena dalam bentuk travelling wave yang cepat yaitu sekitar 1.2 mikrosekon untuk mencapai nilai puluhan ribu ampere ini sehingga kenaikan suhu yang juga lebih panas dari permukaan matahari ini sangat cepat menyebabkan kenaikan tekanan udara yang namanya pressure secara tiba2x pula dalam waktu singkat. Kejadian inilah yang menyebabkan shock wave.

Ternyata kejadian itu semua dilihat oleh seseorang yang sedang duduk dipinggir padang rumput tersebut. Orang tersebut melihat kilatan cahaya dan selang beberapa waktu kemudian terdengar suara kencang yang biasa disebut orang thunder ato geledek nama lokalnya. Cahaya yang dilihat adalah ulah dari return stroke yang dinamakan petir oleh orang2x sekitar. Dari kenyataan ini dapat disimpulkan bahwa petir ini arahnya dari bumi ke atas dan bukan sebaliknya. Cabang2x dan zig-zag petir adalah hasil dari step leader diatas. Sedangkan thunder ato geledek merupakan shock wave yang terjadi pada saat petir itu menyambar. Kejadian yang dilihat oleh orang dipinggir padang rumput itulah yang merupakan saksi sejarah ketika Gundala pertama kali disambar petir yang ternyata karena kesalahannya menggeliat disaat yang tidak tepat.

Demikianlah hasil analisis dan perenungan saya mengenai bagaimana Gundala menjadi putra petir.

pesan kaki: sebaiknya jangan berdiri ditengah lapangan rumput jika sedang hujan dan disertai petir. ingat pesan ibu anda untuk berhenti bermain bola ketika sedang hujan.

My Best Friend`s Wedding

Ini salah satu kondangan ke temen gw yang termasuk kategori Mewah. Tempatnya di Puri Ardhya Garini di daerah halim. Nama temen gw yang satu itu adalah Ziky Teguh Farhan dan istrinya juga temen gw namanya Fitri bla bla bla (ndak tau nama panjangnya :D). Yang cukup unik adalah Ziky angkatannya dua tahun diatas gw dan Fitri 2 tahun dibawah gw yang keduanya sama-sama anak elektro. Jadi rentang yang dateng adalah angkatan 2000-2004 dan ini seperti reuni skala kecil2xan. Selain itu ternyata elektro angkatan 75 juga ikutan nimbrung disana yang menurut pendapat gw mereka semua adalah temennya orang tua kedua mempelai. Nah yang bikin gw takjub lagi adalah para undangan yang dateng ke pernikahan itu. Pertama kali gw baca adalah Fahmi Mochtar (dirut PLN) Rudi Rachmat (Bos besar gw di Siemens) dan beberapa orang penting lainnya. Gile temen gw yang satu ini, baru staun lebih dikit di PLN dah bisa ngundang dirutnya positif  thinking gw hehehe.

Dari segi gedung emang mantab,  atapnya tinggi, ruangannya luas dan besar dan juga lahan parkir luas. Kalau catering yang disediakan sangat sangat variatif dan sedap. (yang paling gw suka udang tepungnya..nyam3x). Tapi dari itu semua, yang paling gw inget adalah sewaktu gw salam2xan sama sang penganten. Pas salaman sama ziky dia bilang, “gimana penampilan gw? pake senjata kayak gini dah mirip Sven blom?” tanya anak yang satu itu sambil niruin gaya Sven the Rogueknight diatas panggung, disebelah mertua, disamping istri ma disamping orang tuanya. Zik2x..lha wong dah nikah masih inget sama Sven.Sven dibawah ente khan cupu pisan.. hehehe..btw tetep lah.kapan2x kita ketemuan di sungai lagi..hehehe..

Tentara vs Ibu-ibu

Gw punya kakak yang profesinya sbagai tentara dan ditempatkan di kodam II Sriwijaya. Nah berhubung dia seorang perwira, dia dapat mobil dinas dan seorang supir yang pangkatnya masih tamtama. Suatu hari tentara yang satu ini berangkat menuju batalionnya dengan menggunakan mobil pribadi tersebut. Setelah dekat dengan batalion si supir mulai memperlambat kendaraannya. Nah berhubung batalion tempat dia tugas ada di sisi sebelah kanan jalan, maka supir tersebut siap2x buat belok kanan buat nyebrang ke sisi jalan satunya. Sein sudah dinyalakan dan moncong mobil kijangnya udah keliatan mulai belok dan mulai lah menyebrang jalan tersebut pelan2x. Tapi tiba-tiba muncul motor berusaha nyalip dari kanan. Berhubung mobil dinas tentara tersebut sudah masuk ke lajur jalan yang berlawanan dan motor tersebut menghindar supaya gak senggolan, motor yang dikendarai seorang bapak2x dan ibu2x itu pun oleng dan masuk ke selokan. Disinilah mulai terjadi percakapan diantara sang perwira tentara yang rada jengkel dan kedua oknum pengendara motor tersebut dan ibu2x yang diboncengnya.

“Bapak tadi lihat mobil saya mau belok kanan?”

“Lihat pak”

“Lalu bapak juga lihat saya sudah kasih sein ke kanan?”

“Lihat pak”

“Bapak juga lihat kan mobil saya sudah mulai nyebrang?”

“Lihat juga pak”

“Lalu kenapa bapak nyalip dari kanan?”

“Yah namanya juga kecelakaan pak.” jawab bapak yang satu ini polos

Dengan muka nahan kesel dia bingung jawaban si pengendara motor yang satu ini. Dan sambil mencoba ngertiin keanehan yang terjadi, tiba-tiba ibu-ibu yang dibonceng si bapak ini nyeletuk.

“Bapak ganti dong motor saya yang rusak ini.”

“Lho kenapa saya yang harus ganti? Kan ibu liat sendiri suami ibu yang salah dan masuk ke comberan ini.”

“lho tapi kan gara2x ini motor saya rusak pak.”

“Eh bu, emangnya salah siapa motor ibu rusak gini?Siapa yang nyupir dan nyebabin motor ibu nyusruk kecomberan?suami ibu sendiri kan? Jawab sang tentara menahan amarahnya.

“Yah emang gini nasib orang kecil” jawab si ibu enteng dan pelan2x

“Lho kok bilang gitu, udah kita ke polisi aja. Kita selesaikan disitu dan ibu bilang ke polisi bisa terjadi kejadian aneh ini. Jangan sampe ibu bilang diluar bahwa tentara itu sewenang2x, seenaknya aja bertindak sama orang kecil. Udah jelas suami ibu yang salah minta ganti pula. Gimana ceritanya saya mau ganti?lha kesalahan aja ada sama suami ibu.” jawab si tentara panjang lebar dan jengkel luar biasa.

“Sudah lah pak, kalo gak mau ganti ya udah bilang aja gak mau ganti. Nasib orang kecil seperti saya emang begini. Selalu disalahkan.”

Akhirnya sang tentara dah gak bisa ngomong lagi sama si ibu2x ini. Dalem hatinya ngomong, ‘Dasar ibu2x, mulutnya dua cerewetnya setengah mati ma mikir gak pake otak’. Akhirnya si tentara manggil provost ke tkp.

“Pak urus nih mobil saya sama si ibu2x ini. Susah diurus, saya mau masuk kedalam” Akhirnya si tentara masuk kedalam dengan meninggalkan mobil sama si pengendara motor ma ibu2x tersebut.

(Udah salah ngeyel pula, dasar ibu2x)

Sintong Panjaitan dan LB Moerdani

Beberapa waktu yang lalu gw beli buku yang judulnya Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando, Sintong Panjaitan. Buku ini nyritain tentang perjalanan karier Sintong Panjaitan dari pertama kali lulus dari AMN tahun 1963.  Awalnya gw tau tentang buku ini swaktu ngebaca brita2x di internet Tentang sepak terjang Prabowo Subianto di tahun 1998. Nah akhirnya gw beli buku ini setelah sering dikutip beberapa bagian buku ini di brita tersebut.

Yang gw suka dari buku ini adalah cara penulisan penulis Hendro Subroto yang menyenangkan untuk dibaca. Alur cerita yang ngebawa gw serasa sedang berada di tempat kejadian dan juga sering mengutip kata-kata dan pendapat para tokoh yang ada disana yang sudah tentu para perwira-perwira dari RPKAD -> Kopassandha -> Kopassus. Awalnya gw pikir isinya melulu tentang kehidupan militer yang sangat disiplin, selalu serius dan selalu tunduk terhadap perintah atasan. Yang selalu gw kagumin dari cerita perang adalah pemikiran yang ada pada komandannya. Setelah membaca buku ini, gw akhirnya nyimpulin bahwa Sintong Panjaitan adalah seorang perwira pemikir, ahli strategi, Memperhatikan bawahan, Berpandangan luas dan jauh kedepan. Pendapat2xnya briliant, dia orang yang tegas dan kalau gw liat dari wajahnya cukup sangar tapi dihormati oleh bawahannya. Ya itulah gambaran singkat tentang Sintong Panjaitan di karir militernya. Yang paling gw suka adalah hubungan Sintong Panjaitan dan LB Moerdani yang diceritakan beberapa kali dan bikin gw ketawa.

LB Moerdani merupakan atasan Sintong. Dia digambarkan sorang perwira yang tegas dan memiliki wajah angker dan menakutkan para bawahannya. Ada beberapa percakapan yang gw inget dan bikin gw ketawa geli sewaktu ngebacanya.

Yang pertama adalah sewaktu pengen dimulai operasi untuk membebaskan sandra dari para teroris yang ngebajak pesawat garuda ‘Woyla’.  Setelah melakukan beberapa kali latihan dan pasukan pengen diberangkatkan ke thailand dengan pesawat, pasukan dari Kopassandha (Kopassus) diberikan senjanta pengganti H & K dari sebelumnya AK 47. Kemudian Sintong meminta izin agar diberi kesempatan untuk mencoba senjata tersebut kepada LB Moerdani. Tapi LB Moerdani menolaknya dengan nada marah. Setelah berada dipesawat dan mesin pesawat sudah dinyalakan,  Sintong menghampiri LB Moerdani dan mengatakan kepadanya: “Saya ingin operasi berhasil Jendral. Tapi saya tentu akan berangkat jika bapak memerintahkan. “Kemudian LB Moerdani bangun dan  menuju kokpit dan kemudian mesin pesawat mulai berhenti. LB Moerdani kemudian memerintahkan dengan nada marah ke Sintong dan pasukannya. “Hei batak, turun kamu dari pesawat. Bawa pasukan kamu”. Lalu mereka diberikan kesempatan menembak dan ternyata memang macet. 😀 Disinilah kekaguman gw. Meskipun terkenal angker tapi dengan alasan yang ada didalam dirinya, Sintong tetep mengutarakan kepada LB Moerdani tentang niatnya tanpa berkesan menolak perintahnya. Setelah itu beberapa kali disebutkan LB Moerdani menyebut Sintong dengan kata2x “Hei Batak”. 🙂

Beberapa contoh yang muncul adalah:

“Coba ambilkan itu baret merahnya. Nanti marah itu si Batak”  Pak Benny memberi perintah kepada ajudannya ketika akan memberikan baret merah kehormatan ke Sultan Brunei.

“Hei Batak, kenapa kau tidak datang menyambut Suharto?” Tanya Pak Benny sewaktu dia menanyakan kenapa Sintong tidak menjemput Suharto sewaktu ke TimTim.

“Coba kau carikan perwira menengah buat jadi komandan di Paspampres, Tapi jangan orang Batak, dia orang Jawa soalnya” Sewaktu Pak Benny ingin mengambil seorang perwira menengah dari Kopassanda.

Yang gw liat adalah hubungan antara atasan-bawahan yang cukup erat dimana sang atasan meskipun memanggil dengan nama julukan akan tetapi disana tetap menaruh rasa kagum akan pribadi Sintong dan juga sebaliknya rasa hormat Sintong kepada atasannya. Bahkan panglima-panglima ABRI seperti LB Moerdani, Try Sutrisno dan Edi Sudrajat mengatakan bahwa karier Sintong akan bagus dan dia bisa menjadi Panglima ABRI suatu hari nanti.

Ini salah satu buku yang gw rekomendasiin. Selain menceritakan perjalanan hidup, disana juga kita bisa mengetahui keadaan militer sewaktu jaman Pak Harto yang tampak terdiri dari 3 golongan, yang dekat dengan Suharto, yang dekat dengan LB Moerdani dan yang netral. Selain itu ada kisah disekitar konsentrasi pasukan Kopassus di istana negara tahun 1998 atau penculikan para aktivis pada tahun yang sama. Two thumbs up.