Tentang Tarif Dasar Listrik Dan SUTET

from http://eriandi.files.wordpress.com/2008/07/logo-pln.jpgCuman setelah ditinggal selama sminggu ternyata milis angkatan lagi rame tentang listrik..Jadi inget pernah nulis tentang ini tahun 2006 di blog lain. Ternyata udah 3 tahun berlalu..Tulisan dibawah mungkin dari segi angka-angka dalam status pemakaian energi listrik udah beda..Sudah tentu pemakaian listrik skarang juga sudah lebih tinggi..tapi konsep ato info umum yang lain tetap relevan..stidaknya bisa berbagi tentang kelistrikan dengan ilmu yang dimiliki masih terbatas..slamat menikmati..:D

Cerita ttg Listrik
Energi listrik dikonversikan dari banyak macam sumber..mereka dikonversikan dengan sebuah generator. Generator ini dikopel dengan suatu turbin yang digerakan oleh berbagai macam sumber energi primer. Energi primer ini dapat berupa tenaga angin, tenaga air,  minyak, gas, batubara, nuklir, dan lainnya.. sumber2x energi ini ada yang langsung memutar turbin atau dengan dibakar dahulu atau dengan memasak air dan menjadikannya uap air yang kemudian memutar turbin. Energi mekanik ini akan memutar turbin yang akhirnya memutar generator.. Dari putaran inilah akan muncul “listrik” mengikuti ketentuan tertentu. Setelah “listrik” ini jadi, dia akan langsung di salurkan kepada konsumen2x yang letaknya jauh dari pembangkit.. Listrik ini akan di salurkan melalui jaringan transmisi yang tegangannya tinggi, lalu masuk ke distribusi yang lebih rendah dan akhirnya ke konsumen. Akan tetapi dapat juga dari sumber pembangkit langsung didistribusikan kekonsumen. Setelah sampai pada jaringan distribusi dan masuk ke rumah2x, maka kita tinggal colok saja dan dapat menggunakan peralatan listrik kita sehari-hari. Pada umumnya listrik ini barang yang harus langsung dipakai jika sudah dibangkitkan.. Akan tetapi dapat juga disimpan dalam bentuk energi lain seperti kimia dalam batere, Potensial dalam ketinggian air, atau medan magnetik dalam coil super konduktor. Akan tetapi kapasitasnya dimiliki sangat kecil. Misalnya dalam medan magnetik dalam suatu coil super konduktor sedang dalam riset dan menyimpan bbrapa MVA.


Tentang Kelistrikan Indonesia

Sampai saat ini persentase masyarakat yang tersalurkan listrik masih kecil. Sebagain besar listrik di Indonesia terkonsentrasi di Pulau Jawa, Madura dan Bali. Konsumsi listrik saat ini sekitar sepuluh ribu MVA. Di Jawa-Bali, energi listrik 50% disuplai dari PT. Indonesia Power. Kebutuhan energi listrik konsumen berbeda-beda setiap jam dan membentuk kurva beban harian yang tipikal untuk kelompok negara2x tertentu. Untuk negara seperti Indonesia tipikal beban puncak berada pada pukul 17.00-22.00.  Karena pada jam tersebut, pada umumnya kita mulai menyalakan TV, Lampu, AC dan lainnya. sedangkan setelah pukul 22.00 umumnya terjadi pemadaman lampu dan alat listrik lainnya karena akan ditingal tidur.

Tentang SUTET
Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi merupakan salah satu jenis penyaluran energi listrik dengan menggunakan udara sebagai isolasi. Apakah berbahaya??medan magnet dan medan listrik  yang aman bagi tubuh manusia berdasarkan WHO adalah 0.1 miliTesla dan 5 kV/m. Pembangunan jaringan transmisi ini sudah melalui perhitungan2x yang akan memenuhi standar dari who tersebut. Setelah dilakukan perhitungan dari akademisi, jaringan sutet yanga ada diindoneia berada dibawah ambang tersebut. Hasil pengukuran ini dilakukan pada suatu lahan terbuka seperti lapangan bola ataupun persawahan. Akan tetapi pada daerah yang banyak pohon, bangunan2x, maka nilainya akan jauh lebih aman. Jika ingin menuntut ganti rugi atas efek sutet, sebaiknya menuntut WHO karena ketentuan itu dipergunakan diseluruh jaringan listrik di dunia.

Berdasarkan penelitian yang dilakukan selama ini, gangguan
kesehatan yang sering dikeluhkan masyarakat, seperti pusing, nyeri
otot, gatal-gatal pada kulit, sesak nafas, susah tidur, berdebar-debar,
gangguan penglihatan dan lain-lain, merupakan gangguan psikosomatik
yang bersifat subyektif. Yaitu ada keluhan tetapi tidak terbukti dalam
pemeriksaan fisik dan penunjang. Contohnya, ada keluhan penglihatannya
terganggu dan berkunang-kunang. Tapi ketika matanya diperiksa ternyata
tidak ada kelainan.

Sistem Jaringan SUTET 500 kV memang merupakan “Tulang Punggung”
[Back Bone] Sistem Kelistrikan di Jawa–Bali. Jaringan SUTET 500 kV
menyalurkan Daya Listrik dari Pembangkit Pembangkit Utama ke Gardu
Gardu Induk Utama [Pusat Beban]. Jaringan SUTET 500 kV menghubungkan 4
sistem untuk menjamin sekuritas, fleksibilitas operasi, dan keekonomian
operasi.

Mampu menyalurkan Daya yang besar
dengan Susut Jaringan yang rendah. Keandalan terhadap Gangguan [aantara
lain petir, pohon, dsb] relatif lebih tinggi. Juga, lebih Ekonomis,
Voltage Regulation yang baik serta lebih mudah dalam pengendalian
Tegangan dan Frekwensi. Dengan Sistem yang terintegrasi, jumlah
gangguan lebih sedikit.

Dampak Bila SUTET tidak Dibangun

  • Daya dari pembangkit non BBM yang akan dibangun tidak tersalurkan
  • Keandalan sistem jawa bali menurun ( kemungkinan blackout (pemadaman) sangat besar )
  • Daya listrik yang disalurkan terbatas.
  • Penambahan pelanggan baru sulit dipenuhi.
  • Permintaan tambah daya konsumen sulit dipenuhi
  • Rawan terhadap pemadaman  (pembangkit besar ada di timur dan tengah jawa)
  • Pertumbuhan sentra industri terkendala yang akan berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi.


Tarif Dasar Listrik

Pembangkit2x dengan energi primer yang berbeda akan menghasilkan listrik dengan ongkos produksi yang berbeda juga. Pembangkit steam turbin dengan batubara akan menghasilkan biaya produksi yang rendah dan lebih rendah dari nilai TDL saat ini. Dilain sisi dengan menggunakan bahan bakar minyak akan menghasilkan biaya yang jauh lebih mahal. Mengapa tidak menggunakan yang murah saja (batubara)? Karakteristik pembangkit berbeda. Pembangkit dengan energi primer batubara memiliki waktu start yang lama, peningkatan daya output juga lama. Pembangkit BBM dan gas relatif lebih cepat. Seperti sudah diutarakan sebelumnya bahwa kurva beban harian berbeda tiap jam. Untuk beban puncak, digunakanlah pembangkit BBM  untuk memenuhinya. Oleh karena itulah ada kombinasi antara pembangkit batubara dan BBM. Semakin tinggi beban puncaknya, maka semakin tinggi kerugian yang diderita PLN. Menurut saya, saat ini PLN merupakan BUMN yang di setting untuk merugi. Ongkos produksi jauh lebih tinggi dari harga jual. Idealnya kelistrikan merupakan infrastruktur yang seharusnya diberikan pemerintah untuk mendorong kemajuan ekonomi dan akan menjadikannya gratis untuk dipakai seperti halnya jalan raya. Akan tetapi jika hal ini dilakukan akan menyedot banyak biaya APBN pemerintah dan melakukan hal tersebut kurang bijak saat ini.

Tambahan
Pada saat ini, sesungguhnya negara kita sedang dalam keuangan yang kurang menguntungkan. Dilain sisi kebutuhan energi listrik masyarakat terus meningkat. Harga BBM sedang tinggi.. Jika kita bijak dan ingin agar TDL tidak naik lagi sebaiknya kita turut berperan serta didalamnya. Pertimbangkanlah dengan baik sebelum memaki dan “ngedumel” jika ada rencana PLN akan menaikan TDL. Seberapa boroskah kita dalam memakai energi listrik??perhatikanlah rumah2x keluarga yang berada.. bahkan untuk kandang anjingnya pun diberi lampu.. lampu2x taman sangat banyak dipasang untuk meningkatkan estetika. Memang estetika baik, akan tetapi diusahakanlah tidak usah berlebih.. Memang kita membayar listrik. akan tetapi benarkah kita berhak melakukan pemborosan karena membayar??masih banyak keluarga2x diIndonesia yang lain yang belum menikmati fasilitas listrik. Dengan mematikan atau meminimalkan pemakaian listrik pada beban puncak yaitu pukul 17.00-22.00 misalkan dengan mematikan dua lampu saja sudah membantu menurunkan kerugian yang diderita oleh PLN. Jika ingin listrik tetap lancar tersalurkan dan harga TDL tidak naik, bersikaplah tidak boros listrik. Akan tetapi jika tidak dapat dilakukan,  janganlah terlalu banyak kritik tanpa kontribusi yang jelas..demi Indonesia yang lebih baik..(halah…mode mahasiswa KM sedang on)

Lagi gak ada kerjaan juga..sedang capek cari2x artikel di internet..cuman sharing tentang info yang gw ketahui saja…smoga bermanfaat..:victory::victory::victory:

Advertisements