My Study

Sewaktu gw ditanya waktu sma dulu mau lanjutin kuliah dimana sama orang lain maka saat itu gw akan jawab ke teknik elektro. Pertanyaan lanjutan adalah pilihan kampusnya kemana aja? Maka jawaban yang gw bilang adalah ITB sama UI.

Saat itu langsung aja kk gw bilang,  halah fan paling ujung2xnya masuk FK juga. Hehehe..emang waktu itu gw inget banget 3 tahun sebelumnya swaktu pertanyaan yang sama muncul buat kk gw dia akan jawab dengan jawaban yang sama. Tapi entah kenapa tiba2x pas UMPTN dia milih FK UI. Tapi berhubung gw gak dah liat buku2x kedokteran yang tebel2x banget plus gw gak berani sama yang namanya liat darah atau mayat gw tetap sama pilihan gw sampe SPMB.

Ngomong2x tentang sma gw dulu, SMU gw dulu dijakarta. Dia mepet sama sungai ciliwung dan Biasanya akan kena banjir bandang setiap 5 tahun sekali dengan ketinggian sampe 2-3 meter. Namanya SMUN 8. Kalo pengen liat infonya bisa diliat disini.

Grafik banjir yang gw alamin adalah: Kelas 1 banjir nutupin seluruh lapangan bola sekolah dengan ketinggian skitar semata kaki, kelas 2 banjir nutupin lapangan bola sekolah dengan ketinggian selutut, dan terakhir kelas 3 banjir nutupin lapangan bola sekolah dengan ketinggian semata kaki kalo kita berdiri di tingkat 2 gedung sekolah.

OK sekarang kembali ke pembicaraan sebelumnya. Sebenernya ada beberapa ilmu yang gw senengin yaitu fisika, astronomi sama sejarah. Tapi berhubung setelah gw lulus kuliah berencana untuk kerja makanya gw milih elektro. Toh elektro juga aplikasi dari fisika dan dari yang gw denger waktu dulu kalo seandainya lulus dari jurusan ini dari ITB maka akan gampang buat cari kerja. Alesan lebih jauh kenapa pengen kerja adalah supaya bisa beli konsol game atau komputer yang canggih buat maen games. hehehe.

Yap Alhamdulillah akhirnya lulus SPMB dan dapet di pilihan pertama. Waktu yang gw laluin di ITB ternyata berjalan dengan cepat dan akhirnya gw sampe ke tingkat 4 atau masuk ke semester 7. Disinilah gw dapet suatu pemikiran baru. Dulu sewaktu mulai kuliah di tingkat satu gw slalu berniat buat kerja di PLN setelah lulus dan semuanya cukup sampai jenjang S1  ( alesan gw milih arus kuat ini :D).  Nah pada suatu kuliah yang dosennya adalah Dr. Parouli Pakpahan (Alm), beliau mengatakan sesuatu keanak didiknya (termasuk gw), “nanti kalau bisa kalian lanjutkan kuliah kalian, kurang ilmu kalian kalau cuman sampai S1 saja.”

Kata-kata itulah yang gw inget dari beliau dan langsung masuk ke bagian otak gw yang ngurusin Long Term Memory. Menurut gw benar apa yang dikatakan oleh beliau. Gw pernah ngebaca blog Pak Armein tentang pandangan beliau mengenai jenjang pendidikan yang bisa dilalui manusia. S1 mempersiapkan seseorang menjadi profesional yang mengerti atas bidang yang ditekuni dan dapat mengerjakan suatu pekerjaan pada bidang tersebut sesuai yang pernah diajarkan kepada dirinya. Jika melanjutkan pada jenjang S2 maka seseorang akan menjadi lebih paham dan mengerti secara lebih mendalam tentang bidang yang ditekuninya dan diharapkan dapat menyelesaikan suatu masalah dengan metode yang telah diajarkan ataupun membuat suatu cara lain berdasarkan ilmu yang dimilikinya. S3 adalah sebagai peneliti. Dan akhirnya gw memutuskan buat ngelanjutin kuliah gw ke jenjang S2. Sebelum mulai ngelanjutin cerita tentang kuliah gw, gw pengen sedikit mengulas kehidupan gw selama 4,5 tahun di ITB. Bener2x sedikit dan enggak banyak :D.

Nah inilah tempat gw tinggal selama 4.5 tahun dibandung. Nama lengkapnya Institut Teknologi Bandung.  Jadi kuliah di ITB, pada tahun 2002, diawali dengan nama Tahap Persiapan Bersama (TPB) pada tahun pertamanya. Pada tahap ini kuliah dasar diajarkan dan biasanya kita bisa mengatakan bahwa tahap TPB adalah “Tahap Paling Bahagia”. Disebut demikian karena TPB bisa dibilang SMA kelas 4 dan perkuliahannya lanjutan dari SMA. Masih inget lah pelajaran2x SMAnya. Toh belom sampe 3 bulan SPMB lewat. hehehe.

Kuliah jurusan dimulai dari tingkat dua. Tetapi untuk jurusan elektro masih juga digabung untuk semua kuliah wajib mahasiswa S1 teknik elektro. Sedangkan kuliah2x penjurusan dan sudah terpisah diadakan pada tingkat tiga dan selanjutnya sampai lulus.

Setiap tingkat di ITB selalu ada kenangannya dan gw bisa ngelompokin ke 4 kelompok besar atas semua kenangan itu. Tingkat pertama suka maen ke kosan Panji untuk maen game komputer offline. Biasanya sih maen Age of Empires or Age of Mythology sama Ghost Recon.  Tingkat dua suka nginep di sekre unit kegiatan tenis meja buat maen game offline dan tetep ke kosan Panji juga. Tingkat tiga kosan bisa dibilang pindah ke sekre HME (Himpunan Mahasiswa Elektroteknik) di Labtek 8 (Labtek Ahmad Bakrie) buat maen game online yang biasanya DoTA sama CS. Tingkat empat biasanya nomaden ke Lab2x punya anak EL untuk maen DoTA juga. Tingkat 4,5 kadang2x nginep di Lab orang buat maen DoTA jg. Setelah dipikir2x kok tampaknya hidup gw di ITB hanya untuk maen games. Pantesan gw lulusnya telat. Hehehe. Sudah cukup cerita yang singkat tentang kehidupan gw di ITB.  Saatnya melanjutkan cerita tentang study gw setelah S1 yang keputus tadi.

Sekitar akhir desember 2008 gw ngelamar sebuah kampus di Belanda untuk ngelanjutin kuliah S2 gw di arus kuat. Kampus yang gw lamar adalah TU Delft. Logo kampusnya juga ternyata simpel saja kayak disebelah ini. MSc program yang gw tuju adalah MSc di Electrical Engineering dengan track Power Engineering.

Yah nekad juga gw dipikir2x. Setelah ngeliat sylabus program yang gw tuju ternyata gw akan ketemu kuliah yang mirip2x sewaktu gw dapet di S1 dan dulu gw anggap susah. Tapi yang menariknya adalah sebagian besar course yang gw ambil bisa gw compose sendiri untuk disesuaikan dengan bidang yang pengen gw dalemin sewaktu ngerjain thesis. Bismillah saja deh..:D

Kuliahnya akan dimulai tanggal 31 Agustus 2009 nanti. Sekarang mempersiapkan mental dan logistik yang mau dibawa. Memperbaharui akta kelahiran yang bilingual, mengurus visa, tiket pesawat sama cari2x informasi buat segala macam kehidupan disana. Cari segala macam cara buat survive dari segi kuliah, cari info tempat2x yang menarik untuk dikunjungi, travel yang murah muriah, cari teman sebanyak2xnya yang sudah disana. Hyuhh..smoga semua berjalan dengan baik amin. 😀

Terakhir gw cantumin alasan utama gw ngelanjutin kuliah di MSc program di Delft. Yang pertama adalah memperdalam ilmu sehingga bisa mendapatkan kesempatan yang lebih baik dari segi karier, Istirahat sejenak dari rutinitas kerjaan ke kantor (meskipun bakalan terdampar dirutinitas kuliah hehehe), terakhir adalah untuk hepi2x berpiknik keliling eropa :D.

Golput atau Tidak

Pemilu presiden di Indonesia akan diselenggarakan dalam waktu kurang dari 2 bulan lagi. Ada tiga pasangan capres yang akhirnya mencalonkan diri. Pasangan yang pertama adalah JK-Wiranto, yang kedua adalah Mega-Prabowo dan terakhir adalah SBY-Budiono.

Menurut pendapat saya, setiap masyarakat Indonesia yang sudah memiliki hak pilih sudah terdapat kecenderungan masing-masing untuk memilih satu pasangan ataupun kecenderungan memilih untuk golput. Ada berbagai macam alasan pada diri masing2x individu untuk memiliki kecenderungan tersebut. Selain memiliki alasan pada salah satu pasangan calon yang ada, menurut saya terkadang mereka juga memiliki pandanga2nx tertentu terhadap pasangan yang lain. Hal ini juga terjadi kepada para pemilih yang akhirnya bergabung dalam kelompok golput.

Pandangan-pandangan tersebut terkadang pandangan negatif terhadap pasangan calon tertentu ataupun semua calon yang ada. Saya yakin, kepada mereka yang memilih untuk golput memiliki pandangan bahwa seluruh calon yang ada tidak merepresentasikan calon pemimpin yang baik menurut mereka. Sudah tentu selain kelompok golput yang memiliki alasan2x tertentu, ada juga orang yang memilih golput karena alasan lain seperti malas, tidak peduli dengan hajatan ini, ataupun tidak terdaftar secara tidak sengaja. Akan tetapi saya ingin membahas mereka yang golput dengan memiliki pandangan bahwa semua calon yang ada tidak pantas untuk mencalonkan diri sebagai presiden atau wakilnya.

Saya memiliki sebuah pertanyaan kepada kelompok ini. Apakah alasan yang mereka punya benar adanya? Yang saya maksudkan, jika keputusan tersebut didasarkan rumor yang beredar dimasyarakat apakah sudah dicek kebenerannya? Apakah mereka sudah “mencoba” untuk mengenal mereka? Logika dan analogi yang saya pakai dalam pemilu presiden ini adalah seperti seseorang ketika ingin membeli sebuah barang, misalkan sebuah laptop, HP, Mobil, Motor, Tanah, Rumah dan sebagainya. Ketika seseorang ingin membeli sesuatu benda diatas, maka mereka akan meneliti merek2x yang populer dimasyarakat atau mencari produk yang sesuai dengan kriteria yang diinginkan. Mereka berusaha mencari informasi sebanyak-banyaknya agar ketika akhirnya menjatuhkan pilihan mereka tidak salah dan puas. Demikian juga ketika akan memilih salah seorang calon pemimpin dinegeri ini. Apakah mereka golput setelah berusaha mengenali para calon? Ataukah hanya dengan data yang seadanya dan mungkind denger dari orang lain sehingga memutuskan golput? Apakah kita langsung tidak menjadi beli suatu barang setelah diberitakan hal yang tidak baik terhadap barang tersebut tanpa menelusuri kebenarnnya?

Ketika menjelang masa kampanye pemilihan presiden, maka akan ada pihak-pihak yang melakukan black campaign dengan menghembuskan rumor2x kepada masyarakat. Media adalah alat propaganda yang baik untuk hal tersebut. Propaganda seperti ini sudah sejak lama terjadi. Ambil saja contoh propaganda yang hebat dilakukan oleh jerman sewaktu perang dunia kedua.  Apakah informasi-informasi negatif yang ada dimasyarakat adalah benar informasinya dan apakah masyarakat itu sendiri sudah mengerti isi dari informasi tersebut?

Contohnya adalah informasi bahwa pasangan SBY-Budiono adalah pasangan yang neoliberal yang pro negara adi daya ataupun negara barat. Apakah kita sudah mengerti apa artinya neo liberal? Seperti apakah neo liberal tersebut? Mungkin banyak diantara kita yang tidak paham oleh informasi ini. Ketika ada suatu kebijakan pemerintah saat ini yang tampak tidak baik, bukankah akan muncul komentar-komentar dari kelompok yang besebrangan dengan pemerintah yang akan membesar2xkan hal tersebut lalu mengkaitkannya dengan yang lain? Ketika hal yang baik muncul, apakah akan diblow up seperti itu? Tampaknya tidak. Ini hanyalah salah satu contoh saja. Ada juga informasi yang negatif mengenai pasangan JK ataupun Megawati.

Saya sendiri tidak menyukai suatu kampanye yang selalu mengangkat-ngangkat kejelekan pasangan lawan. Hal ini terjadi di pemilu Amerika serikat. Selalu menjelek2xan apa yang telah dilakukan pasangan2x yang ada dahulunya. Ketiga pasangan ini pernah ada ditampuk kepimipinan puncak Indonesia dan jika saling menyalahkan maka ini merupakan suatu kampanye politik yang kurang sehat menurut saya.

Jadi kesimpulannya adalah apa yang kita dengar belum tentu benar. Apakah komentar para komentator adalah benar? Apakah yang kita simpulkan adalah benar? Yang pasti apapun pilihan kita, sebaiknya kita mengambilnya berdasarkan informasi yang benar-benar kita percayai dan ketahui. Salah satu cara untuk mengetahuinya adalah dengan mengikuti acara2x yang isinya adalah pemaparan visi dan misi para calon presiden tersebut ataupun tanya jawab dan debat diantara mereka. Dari sana menurut saya kita akan mengetahui bagaimana kualitas masing2x capres tersebut. Bagaimana mereka menangani masalah yang diajukan para audiens ataupun moderator. Bagaimana cara mereka mendebat. Dari sana kita bisa lihat juga bagaimana kecerdasan para capres dalam menyusun strategi2x untuk kemajuan bangsa. Apakah mereka hanya menjual janji tanpa tahu cara menjalankannya secara praktis atau tidak.

Dua hari belakangan ini di TV One ada suatu acara yang bernama Presiden Pilihan. JK dan SBY sudah memaparkan visi dan misi ekonomi mereka dan juga menjawab pertanyaan2x para audiens. Malam ini akan diadakan acara yang sama dengan calon Megawati. Berdasarkan rencana acara disekitar pemilu presiden yang saya tahu adalah adanya debat para capres. Acara2x inilah yang sebaiknya kita tonton dan kemudian kita bisa membuat suatu pilihan yang tepat berdasarkan informasi yang kita anggap benar. Apapun pilihan kita, termasuk golput, sebaiknya merupakan pilihan yang bukan didasarkan dari black campaign, asumsi, berita, rumor yang kita dapat. Kenalilah dan buatlah pilihan untuk negara kita 5 tahun kedepan.

My Buddy

Gw belom memperkenalkan sahabat gw yang satu ini. Ini dia sahabat gw itu:

VixiDepan

Jenis       : Sepeda motor (jelas terlihat dari fotonya juga)

Merek    : Yamaha

Tipe        : Vixion 150cc

Warna    : Hitam (bisa kita lihat juga difoto)

Konsumsi bahan bakar      : 1 liter dapat menempuh jarak sejauh 43-45 km (rata-rata 44 km)

Bahan Bakar     : Pertamax Plus (oktan 95),  never premium

Roda       : Dua buah

Nama     : Si Kasep

Julukan : Si Tampan Maut

Hobi       : Mengarungi jalan-jalan dijakarta dengan ngisengin motor2x bebek yang lucu2x

Trayek   : Senin-Jumat: Pondok kelapa-Soewarna Business Park (Cengkareng), PP via Duren sawit – Rawamangun – Pramuka – Matraman – Monas – Harmoni – Roxy – Grogol – Daan Mogot – Rawa Bokor – Soewarna Business Park (untuk informasi lebih lanjut silakan kunjungi link ini :

https://tofanfadriansyah.wordpress.com/2009/03/16/akap/

Sabtu : Pondok Kelapa – kickspot / MU Cafe (sarinah) / Digarasi saja

Minggu : Pondok Kelapa – Al Azhar

Nah kalo yang ini galeri2x si kasep:

Si kasep dari belakang

VixiBelakang

Si kasep tampak muka

VixiDepanPisan

Si kasep tampak samping

VixiSamping

Akhir-akhir ini muncul iklan oli di tv yang menurut gw merupakan pembunuhan karakter motor dari jenis vixion ini. Pada iklan tersebut digambarkan motor-motor yang sedang berhenti dilampu merah dan vixion ini ditunggangi oleh orang yang berbadan kekar. Ketika dia throtle, motor tersebut mengeluarkan suara yang pelan cempreng seperti motor 2 tak. Dan kemudian ditertawakan oleh pengendara yang lain. Suatu pembunuhan karakter yang sangat luar biasa. Hal ini dikarenakan motor vixion adalah motor dari tipe 4 tak dengan suara yang khas.

Untuk info lebih ditel tentang Yamaha Vixion termasuk spesifikasi teknis dapat masuk ke sini.

RWTH Aachen

RWTH Aachen, Rheinisch-Westfaelische Technische Hochschule Aachen is one of technological university located in Germany. If you intend to continue study in Germany, especially in Engineering, you can try to apply for your study here. They offer not only in German thought course but also in English course too.

I have always intend to continue my higher study in one of advanced country in implementation of technology. Germany is one of the target country. Beside the country, i also searching for the best university in europe, especially in Electrical Power Engineering. There are four technological universtities which are applied. RWTH Aachen is one of those.

To apply for this university, we have to ensure that our field of study is available in Aachen. Then check what documents should i provide to fulfill the requirement. Make sure that we have fulfill all of the requirements. If we cannot fullfill it, although for one document, we should not apply for it. Because we only waste our money.

After fullfill all of the documents, we should sent the documents via airmail to the university and pay 50 euro for the admission fee. After that praying for our admission. 😀

The decision will carry out after 4-6 weeks from the receive of the documents. Make sure that we know how to afford for the funding in our study. The university`s tuition fee is 500 euro per semester and living allowance for one year is about 7000-8000 euro. DAAD is one of the source of money for our funding 😀

The funding and the acceptance to the university have equal importance. If we have been admitted to a university and can not afford to fullfil the funding for our study, than we can not  start our study. So when we apply for certain university, we must also searching scholarship for our funding. RWTH Aachen acceptance is only for one period and can not be extended. If we have been admitted but can not start the study because of the funding problem, then we should apply in the next period.

Berita Seputar Antasari Azhar

Awal minggu ini berita yang ada di TV banyak menyiarkan berita tentang ketua kpk yang diduga menjadi otak pembunuhan seorang direktur BUMN yang bernama Nasrudin Zulkarnaen. Hemmm.. sebenernya gw agak kaget pertama kali denger berita ini. Senin kemaren setelah pulang kerja, gw nungguin acara yang berjudul KPK di TransTV. Gw berharap program yang satu ini pasti akan mengangkat berita hangat seputar kasus Antasari ini, dan memang benar menayangkannya. 😀

Ada beberapa fakta yang diangkat pada acara tersebut, fakta ini berupa pernyataan-pernyataan yang muncul baik dari keluarga korban ataupun dari kepolisian dan kejaksaan yang sudah mencekal Antasari Azhar.  Ada beberapa nama yang terkait dalam kasus ini. Tapi menurut pendapat gw fakta-fakta ini semua agak ganjil jika ternyata pelakunya adalah AA.

Yang pertama adalah, jika tuduhan otak pembunuhan semua benar, maka keputusan membunuh Nasrudin dengan latar belakang wanita adalah keputusan yang sangat bodoh dari seorang AA. Dia adalah pemimpin sebuah institusi yang memiliki anak buah dengan kemampuan yang mumpuni dalam bidang intelijen seperti pengungkapan kasus2x korupsi di DPR. Oleh karena itulah menurut gw sangat bodoh jika merencanakan pembunuhan tersebut. Jika seandainya memang benar AA diperas karena hubungannya dengan seorang wanita muda, maka resiko yang dia hadapi AA jika diekspos adalah kariernya yang menjadi tercoreng dan mungkin terhenti. Tetapi jika dia memang menyusun rencana pembunuhan tersebut, resiko yang AA hadapi adalah dia akan kehilangan kariernya plus ancaman hukuman mati. Sangat aneh AA tidak memikirkan hal ini.

Yang kedua, salah seorang sahabat dari Nasrudin mengatakan bahwa dia ditunjukan sms oleh almarhum yang berisi ancaman dan menegaskan bahwa dia melihat dengan mata kepala sendiri bahwa di sms tersebut ada nama AA. Ini juga sangat aneh. Kenapa seseorang yang berniat dan merencanakan sebuah pembunuhan akan meninggalkan jejak yang sangat jelas seperti itu?? kalaupun memang benar ada ancaman itu, apakah akan dilaksanakan dengan resiko yang sangat besar, yaitu hukuman mati jika terungkap?

Yang ketiga, dikatakan bahwa orang yang melakukan perekrutan eksekutor lapangan adalah seorang perwira menengah Polri yang berinisial WW. Berita pagi ini mengatakan bahwa WW merupakan salah seorang perwira yang memiliki prestasi sangat baik dan akan diangkat menjadi seorang perwira tinggi sebagai seorang jenderal berbintang satu pada Juli tahun ini. Seorang perwira yang memasuki suatu pangkat tinggi seperti jenderal menurut gw adalah orang-orang yang pintar dan cemerlang dalam kariernya. Jika demikian, kenapa beliau merencanakan pembunuhan ini? Kalau memang benar beliau merencanakan, menurut gw semuanya akan sangat rapih dan terencana dengan baik. Akan tetapi faktanya semuanya terungkap dengan cepat. Untuk apa seorang yang akan segera memasuki jenjang perwira tinggi merencanakan hal tersebut?

Yang terakhir adalah mengenai latar belakang pembunuhan yang diungkapkan. Dikatakan bahwa ini semua berkaitan mengenai cinta segitiga kepada seorang perempuan bernama Rani Juliani. Akan tetapi apakah karena permasalah cinta segitiga ini menjadikan sebuah alasan untuk merencanakan pembunuhan? AA mengetahui mengenai seluk beluk pengungkapan masalah korupsi dinegara ini. Apakah dia dengan mudah tersandung karena masalah wanita?

Semakin tinggi dan besar sebuah pohon, maka semakin kuat pula angin yang menggoyangnya. Nama KPK semakin harum dengan pengungkapan kasus2x korupsi yang terjadi di DPR ataupun pada pemerintahan. Rakyat mendukung institusi ini dan menjadikannya ujung tombak dalam memberantas korupsi yang ada di Indonesia. Dengan semakin besar nama KPK ini, semakin besar pula goncangan yang akan dihadapinya. Gw lebih ngerasa ada sesuatu dibalik ini semua. Entah suatu konspirasi untuk menjatuhkan ketua KPK atau lebih jauh lagi menjatuhkan nama baik presiden? Atau mungkin ini semua rekayasa dari KPK untuk mendapatkan tangkapan yang jauh lebih besar? (kayak di film2x amerika, hehehe). Belum tau itu semua dan akan gw ikutin perkembangan kasus ini. Semoga kasus ini gak ngejatuhin KPK dan tetap bisa ngejaring para koruptor di negeri ini. Amin

nb:

Baru kali ini gw nulis tentang berita hangat yang terjadi di Indonesia. Cuman pengen nulis di blog pendapat gw tentang kasus ini 😀