Kumpul-kumpul SDN 27 PG

Akhirnya gw bisa ketemu sama sebagian temen2x gw dari jaman gw kecil (anak2x SD). Ternyata setelah dihitung2x udah 13 tahun gak kumpul kayak kmaren. Kumpul2x kmaren ditrigger karena ada resepsi nikahan Estik Winasari, salah satu personel di SDN 27, yang diadain hari Sabtu 25 April 2009.

Menyenangkan bisa ketemu sama mereka, bisa ngobrol2x lama dan tau kisah2x masing2x orang setelah lulus SD. Nah ini beberapa foto yang diambil pake hape gw:

bandlina2

Hehehe..dua makhluk ini gak ada perubahan samaskali dari tampangnya..wajah jaman SD sama jaman skarang gak ada bedanya..:D

4ladies

Rosa Lawarti, Holy Grace Tobing, Lina Widanarti sama Bandini Kameswari di gedung balai rakyat. Baru sadar ternyata si Rosa ternyata sama ramenya sama Tina.

ladiesinramadhanhouse

Istava sama si Tina tambahan dari foto sebelumnya (Tina gak berubah kocaknya, cuman gw ngeliat agak lebih kurusan nih anak sedangkan istava gak ada perubahan, sama kayak dulu cuman badannya aja ninggiin hehe)

ladiesinramadhanhouse2

ki-ka Bandini, Holy, Lina, Gina, Istava, Tina, Rosa

meeting

Nah ini dia rapat yang ujung2xnya ngehasilin keputusan buat ngunjungin Bapaknya angkatan gw di Bogor, Pak Nasrudin Latief.

It is so nice to meet all of these people 😀

Sleepy Afternoon

Hyuhh..Bentar lagi harus siap2x buat pulang ke Jakarta. Perut laper dan ditambah ngantuk pisan..Meskipun ngantuk tapi tetep ngerasa seneng karena kerjaan dah selesai dengan cukup baik..Alhamdulillah banyak yang dipelajari dalam waktu singkat..:D

Challenge or Burden

A few days ago my superior colleage ask me to help him preparing for giving a training to our customer. The first time i got this assignment i thought there is something that finally i am needed. I mean not in the main reason if i am not there then the work can not be done. That is the first impressment appear in my mind. That is just for a flash of time. Then i thought that i must prepare for everything.

I don`t know what is the meaning of this  training. I already knew that all of the training had been done a long time ago. But that is not my business. All i know that this training must be prepared well. Neither the assignment not important nor not give good impact to the company is not my business too. The things that i must give more attention is the contain of the assignment. Functions which i should study is quite many and there is also gui which i have to overcome. I thing one day of preparing is not enough. One to two days addition will be sufficient, two is my recommendation. I thought this is a burden and i can not afford it. Many thinking come to my head and all of them are negative thinking and they are not touching the real problem which i face in front of me. But then i try to see it from the positive side. I should maximize all of my time to understand as much as possible. I changed it  from negative thinking which always see this assignment as a burden into a challenge which i should overcome. I gain my spirit and my focus. I must find a way to overcome this. I feel that my head full of plans which i want to implement in the following days. I feel that my brain work harder and more efficiently and see it with enthusiasm. I think i can overcome it.

From now on, I will try to see a problem or a task from the positive way of thinking. It will use my brain to see the fissure of the problem and find a way to solve it.  This way my brain is trained. Everythink is started from my head. If i see something from negative thinking side, i will see that there are many problems. In the other side if i see something from positive thinking side, i will see that there are many ways that i can take and furthermore it will train my brain to think.

My Best Friend`s Wedding

Ini salah satu kondangan ke temen gw yang termasuk kategori Mewah. Tempatnya di Puri Ardhya Garini di daerah halim. Nama temen gw yang satu itu adalah Ziky Teguh Farhan dan istrinya juga temen gw namanya Fitri bla bla bla (ndak tau nama panjangnya :D). Yang cukup unik adalah Ziky angkatannya dua tahun diatas gw dan Fitri 2 tahun dibawah gw yang keduanya sama-sama anak elektro. Jadi rentang yang dateng adalah angkatan 2000-2004 dan ini seperti reuni skala kecil2xan. Selain itu ternyata elektro angkatan 75 juga ikutan nimbrung disana yang menurut pendapat gw mereka semua adalah temennya orang tua kedua mempelai. Nah yang bikin gw takjub lagi adalah para undangan yang dateng ke pernikahan itu. Pertama kali gw baca adalah Fahmi Mochtar (dirut PLN) Rudi Rachmat (Bos besar gw di Siemens) dan beberapa orang penting lainnya. Gile temen gw yang satu ini, baru staun lebih dikit di PLN dah bisa ngundang dirutnya positif  thinking gw hehehe.

Dari segi gedung emang mantab,  atapnya tinggi, ruangannya luas dan besar dan juga lahan parkir luas. Kalau catering yang disediakan sangat sangat variatif dan sedap. (yang paling gw suka udang tepungnya..nyam3x). Tapi dari itu semua, yang paling gw inget adalah sewaktu gw salam2xan sama sang penganten. Pas salaman sama ziky dia bilang, “gimana penampilan gw? pake senjata kayak gini dah mirip Sven blom?” tanya anak yang satu itu sambil niruin gaya Sven the Rogueknight diatas panggung, disebelah mertua, disamping istri ma disamping orang tuanya. Zik2x..lha wong dah nikah masih inget sama Sven.Sven dibawah ente khan cupu pisan.. hehehe..btw tetep lah.kapan2x kita ketemuan di sungai lagi..hehehe..

Nodal Admittance Matrix

Nodal Admittance Matrix is built to model or represent the electrical system behaviour. In such text book authored by Grainger has given a clear picture to derive the equation and creating the matrix. The matrix is built by represent the voltage drop across a branch into its nodal voltage. After this representation,we build matrix each branch using building block and combine together all of the building block to form a nodal admittance matrix. I think that a simple thinking of all of the matter. Let us see the example netwrok from Grainger:

networkexp

this is the matrix which is produced from combining the building block matrix at each branch:

nodaladmmatrix1

If we see the Nodal Admittance Matrix above, we can see that the matrix shows an elegant and simple shape of the Kirchoff equation of current summation in a node. For the matrix above, there will be four variables with four equations. Each equation is representing Current Kirchoff Law in each node. This equation can be seen clearly if we multiply each row. For example: The multiplication the first row of the nodal admittance matrix with voltage matrix will show a Current Kirchoff summation at node 1. In another word we can build this matrix directly from the kirchooff equation. Just stack on the naming convention we have made to each node and create the matrix assosiating with its nodes. But, i think this way is more difficult 😀

This is the reason why the Nodal Admittance Matrix represent the system behaviour. If we solve the equation above, we will get voltage at each node and finally will know the load flow of the network. In further modification of the matrix, reducing the matrix for example, it means that we are doing a Network Reduction.

My Wish Lenovo ThinkPad T400

Spec:

Intel Core 2 Duo Processor P8600 (2.40GHz 1066MHz 3MBL2) 25W, Genuine Windows Vista Business,  14.1 WXGA TFT, w/ CCFL Backlight, ATI Mobility Radeon 3470 with 256MB, 3 GB PC3-8500 DDR3 SDRAM 1067MHz SODIMM Memory (2 DIMM), UltraNav (TrackPoint and TouchPad), 160 GB Hard Disk Drive, 5400rpm, DVD Recordable 8x Max Dual Layer, Ultrabay Slim (Serial ATA), Intel WiFi Link 5100 (AGN) with My WiFi Technology,  Integrated AT&T Mobile Broadband Card (3G), 6 cell Li-Ion Battery (Up to 6 hrs), Country Pack North America with Line cord & 90W AC adapter, Language Pack US English

For all of this spec is 1129 USD, seems worthed.

Tentara vs Ibu-ibu

Gw punya kakak yang profesinya sbagai tentara dan ditempatkan di kodam II Sriwijaya. Nah berhubung dia seorang perwira, dia dapat mobil dinas dan seorang supir yang pangkatnya masih tamtama. Suatu hari tentara yang satu ini berangkat menuju batalionnya dengan menggunakan mobil pribadi tersebut. Setelah dekat dengan batalion si supir mulai memperlambat kendaraannya. Nah berhubung batalion tempat dia tugas ada di sisi sebelah kanan jalan, maka supir tersebut siap2x buat belok kanan buat nyebrang ke sisi jalan satunya. Sein sudah dinyalakan dan moncong mobil kijangnya udah keliatan mulai belok dan mulai lah menyebrang jalan tersebut pelan2x. Tapi tiba-tiba muncul motor berusaha nyalip dari kanan. Berhubung mobil dinas tentara tersebut sudah masuk ke lajur jalan yang berlawanan dan motor tersebut menghindar supaya gak senggolan, motor yang dikendarai seorang bapak2x dan ibu2x itu pun oleng dan masuk ke selokan. Disinilah mulai terjadi percakapan diantara sang perwira tentara yang rada jengkel dan kedua oknum pengendara motor tersebut dan ibu2x yang diboncengnya.

“Bapak tadi lihat mobil saya mau belok kanan?”

“Lihat pak”

“Lalu bapak juga lihat saya sudah kasih sein ke kanan?”

“Lihat pak”

“Bapak juga lihat kan mobil saya sudah mulai nyebrang?”

“Lihat juga pak”

“Lalu kenapa bapak nyalip dari kanan?”

“Yah namanya juga kecelakaan pak.” jawab bapak yang satu ini polos

Dengan muka nahan kesel dia bingung jawaban si pengendara motor yang satu ini. Dan sambil mencoba ngertiin keanehan yang terjadi, tiba-tiba ibu-ibu yang dibonceng si bapak ini nyeletuk.

“Bapak ganti dong motor saya yang rusak ini.”

“Lho kenapa saya yang harus ganti? Kan ibu liat sendiri suami ibu yang salah dan masuk ke comberan ini.”

“lho tapi kan gara2x ini motor saya rusak pak.”

“Eh bu, emangnya salah siapa motor ibu rusak gini?Siapa yang nyupir dan nyebabin motor ibu nyusruk kecomberan?suami ibu sendiri kan? Jawab sang tentara menahan amarahnya.

“Yah emang gini nasib orang kecil” jawab si ibu enteng dan pelan2x

“Lho kok bilang gitu, udah kita ke polisi aja. Kita selesaikan disitu dan ibu bilang ke polisi bisa terjadi kejadian aneh ini. Jangan sampe ibu bilang diluar bahwa tentara itu sewenang2x, seenaknya aja bertindak sama orang kecil. Udah jelas suami ibu yang salah minta ganti pula. Gimana ceritanya saya mau ganti?lha kesalahan aja ada sama suami ibu.” jawab si tentara panjang lebar dan jengkel luar biasa.

“Sudah lah pak, kalo gak mau ganti ya udah bilang aja gak mau ganti. Nasib orang kecil seperti saya emang begini. Selalu disalahkan.”

Akhirnya sang tentara dah gak bisa ngomong lagi sama si ibu2x ini. Dalem hatinya ngomong, ‘Dasar ibu2x, mulutnya dua cerewetnya setengah mati ma mikir gak pake otak’. Akhirnya si tentara manggil provost ke tkp.

“Pak urus nih mobil saya sama si ibu2x ini. Susah diurus, saya mau masuk kedalam” Akhirnya si tentara masuk kedalam dengan meninggalkan mobil sama si pengendara motor ma ibu2x tersebut.

(Udah salah ngeyel pula, dasar ibu2x)